"Banyak yang nggak mau disiplin. Di Singosari itu setiap hari ada tambahan rata-rata lima (pasien baru). Di Lawang juga sama, dikasih masker malah lari, itu satpol PP sampai marah-marah karena warganya tidak disiplin," kata Sanusi geram.
Hingga Senin (6/7), jumlah pasien terkonfirmasi virus korona di kabupaten bertambah 15 pasien sehingga menyentuh angka 265 pasien. Sebanyak 23 orang di antaranya meninggal dunia, 28 orang sembuh, 57 orang dirawat di gedung observasi, 53 orang menjalani isolasi dirumah, dan 50 orang dirawat di rumah sakit.
Sementara untuk pasien dalam perawatan (PDP) jumlah pasien yang kini ditangani sebanyak 516 pasien dan orang dalam perantauan (ODP) sebanyak 537 orang.
Menurut Sanusi, kegeramannya itu memucak karena perintah yang diminta gugus tugas kepada masyarakat tidak lah sulit. “Warga hanya diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak atau tidak bergerombol,” jelas dia.
Mengetahui kondisi tersebut, Sanusi selain meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, juga akan mengubah strategi penanganan Covid-19 di kabupaten. "Akan kami lakukan penguatan di rumah sakit rujukan, supaya makin banyak pasien yang sembuh," tukasnya.
Pewarta: Farik Fajarwati
Foto: Farik Fajarwati
Editor: Hendarmono Al Sidarto Editor : Radar Malang Administrator