Dia menerangkan, ada empat sektor yang masih memiliki sisa anggaran tertinggi. Posisi pertama yaitu belanja tidak terduga (BTT) dengan sisa anggaran Rp 48 miliar. Kemudian, ada dimas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP) Rp 26,1 miliar, dinas pendidikan Rp 25,9 miliar dan sekretariat DPRD Rp 15 miliar. “Sedangkan untuk sisi pendapatan daerah di target Rp 955 miliar dan terealisasi Rp 1,003 triliun. Atau melebihi target sebesar Rp 47 miliar,” imbuh Chori.
Sementara itu, di tahun ini, untuk anggaran belanja daerah, Pemkot Batu bersama DPRD Kota Batu telah menganggarkan sebesar Rp 1.096 triliun. Sedangkan, pada sisi pendapatan daerah ditarget sebesar Rp 992 miliar. Kenaikan besar terjadi ada target pendapatan asli daerah (PAD). Di mana tahun 2022 sebesar Rp 200 miliar, kemudian di tahun bertambah menjadi Rp 250 miliar. (adk/lid) Editor : Mardi Sampurno