HANYA butuh waktu dua bulan sejak dilantik, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sudah membuktikan dirinya dapat menyelesaikan satu problem klasik.
Yakni mengeksekusi lahan cucian mobil di dekat gerbang tol Madyopuro.
Tepat pada 20 Desember 2023, lahan tersebut dieksekusi untuk dijadikan jalan.
Tentu saja macet yang kerap mengular di sana kini sudah terurai.
Wahyu mengatakan, sudah menjadi tugasnya ketika dilantik untuk bisa menyelesaikan masalah yang belum kelar.
”Karena masyarakat sudah menantikan kapan ada tindakan tegas, kami pun merealisasikannya dengan tujuan apa yang dikeluhkan warga bisa terjawab,” kata Wahyu.
Setelah urusan lahan cucian mobil selesai, alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu tak tinggal diam.
Tak berlangsung lama, dia langsung mengintervensi tingkat kemiskinan untuk bisa turun.
Dengan program pendataan ulang hingga memberikan bantuan sosial (bansos), jumlah warga miskin langsung turun.
Angka kemiskinan hingga akhir 2023 lalu turun menjadi 4,26 persen.
Turun cukup drastis jika dibanding tahun sebelumnya ketika masih di angka 4,37 persen.
”Capaian itu juga berkat koordinasi dengan antar-PD (perangkat daerah), karena untuk menyelesaikan masalah juga butuh kerja sama tim,” jelas pria asli Kelurahan Bareng itu.
Apa yang dilakukan Wahyu selama memimpin Kota Malang berada dalam catatan positif.
Hal itu sempat disampaikan langsung oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) awal Juli lalu.
Ada tiga catatan positif yang diraih Wahyu.
Yang pertama progres penanganan stunting.
Berikutnya penekanan inflasi dan peningkatan UMKM.
Wahyu menyampaikan, selama bulan Mei dan Juni Kota Malang mengalami deflasi.
Pada Mei lalu, angka deflasi di 0,08 persen.
Kemudian pada Juni meningkat menjadi 0,36 persen.
Itu disebabkan penurunan harga bahan pokok.
Di antaranya bawang merah, tomat, dan ayam ras.
”Saat diskusi daring dengan Mendagri alhamdulillah Kota Malang baik (deflasi), tidak dalam kategori yang menjadi perhatian. Begitupun dengan stunting, Insya Allah akan berkurang dari data bulan timbang sebelumnya,” terang Wahyu.
Hasil positif serupa, lanjut Wahyu, terjadi pada geliat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dia mengatakan, UMKM di Kota Malang mampu meningkatkan pendapatannya.
Hal itu dipastikan saat meninjau sejumlah pelaku UMKM beberapa waktu terakhir.
”Mereka rata-rata melaporkan pendapatannya meningkat dan beberapa kuwalahan menerima permintaan,” ujar Wahyu.
Menuju triwulan keempat, dirinya berkomitmen untuk tetap mempertahankan apa yang sudah menjadi tren positif.
Termasuk membenahi beberapa hal yang mungkin dirasa masih belum berprogres dengan baik.
”Saya akan melihat dan mengevaluasi di triwulan ketiga ini mana yang belum tepat sasaran atau belum mencapai persentasenya,” pungkas Wahyu. (adk/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana