Seperti diketahui, Wahyu Hidayat digadang-gadang akan menjadi lawan terkuat dari Moch. Anton.
Rekomendasi dari Partai Gerindra untuk Wahyu dikabarkan sudah turun.
Sesuai kabar yang berembus, dia akan berpasangan dengan Ali Muthohirin dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dengan rekomendasi yang sudah turun, dia dijadwalkan akan bertemu pengurus Gerindra Kota Malang dalam waktu dekat.
”Setelah resmi tidak menjabat sebagai Pj, saya akan langsung bergerak. Sebelumnya saya menjaga netralitas belum melakukan manuver politik apa pun,” jelas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Rotterdam, Belanda itu.
Dia sengaja belum bertemu dengan pengurus Gerindra karena beberapa faktor.
Salah satu yang utama adalah menjaga netralitas.
Dia tak ingin suhu politik menjadi panas karena dia dianggap tidak netral ketika menjabat sebagai Pj wali kota.
Terkait pasangan, pria berusia 57 tahun itu akan menyerahkan kepada partai yang mengusungnya.
Isu berduet dengan Ali Muthohirin masih ditanggapi dengan santai oleh Wahyu.
”Ditunggu saja, saya belum mendapat informasi lebih lanjut,” tegas alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.
Sebelum lengser dari jabatannya, Wahyu Hidayat diketahui menjalani tugas di Jakarta sejak Kamis (8/8).
Dia menjelaskan, selama di ibu kota, tidak ada pertemuan dengan petinggi partai apa pun.
”Seperti yang saya bilang di awal, tidak ada rekomendasi yang turun kepada saya sebelum lengser dari jabatan,” tutur pria asli dari Kelurahan Bareng itu.