Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Usai Lengser dari Jabatan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Mulai Fokus Tatap Pilkada 2024

Aditya Novrian • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:19 WIB

Infografik Pilkada 2024.
Infografik Pilkada 2024.

Dijadwalkan Segera Bertemu dengan Pengurus Gerindra

MALANG KOTA - Setelah lengser dari jabatan Pj Wali Kota Malang pada Sabtu (10/8), Wahyu Hidayat mulai menentukan arah politiknya.

Dia kini optimistis untuk maju meramaikan bursa calon kepala daerah (cakada) Kota Malang.

Apalagi dengan pendaftaran yang segera dibuka pada 26 Agustus membuatnya harus bergegas memilih partai politik (parpol).

Baca Juga: Wahyu Hidayat Masuk Enam Besar Pj Terbaik Tingkat Nasional

Seperti diketahui, Wahyu Hidayat digadang-gadang akan menjadi lawan terkuat dari Moch. Anton.

Rekomendasi dari Partai Gerindra untuk Wahyu dikabarkan sudah turun.

Sesuai kabar yang berembus, dia akan berpasangan dengan Ali Muthohirin dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dengan rekomendasi yang sudah turun, dia dijadwalkan akan bertemu pengurus Gerindra Kota Malang dalam waktu dekat.

”Setelah resmi tidak menjabat sebagai Pj, saya akan langsung bergerak. Sebelumnya saya menjaga netralitas belum melakukan manuver politik apa pun,” jelas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Rotterdam, Belanda itu.

Dia sengaja belum bertemu dengan pengurus Gerindra karena beberapa faktor.

Salah satu yang utama adalah menjaga netralitas.

Dia tak ingin suhu politik menjadi panas karena dia dianggap tidak netral ketika menjabat sebagai Pj wali kota.

Terkait pasangan, pria berusia 57 tahun itu akan menyerahkan kepada partai yang mengusungnya.

Isu berduet dengan Ali Muthohirin masih ditanggapi dengan santai oleh Wahyu.

”Ditunggu saja, saya belum mendapat informasi lebih lanjut,” tegas alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu.

Sebelum lengser dari jabatannya, Wahyu Hidayat diketahui menjalani tugas di Jakarta sejak Kamis (8/8).

Dia menjelaskan, selama di ibu kota, tidak ada pertemuan dengan petinggi partai apa pun.

”Seperti yang saya bilang di awal, tidak ada rekomendasi yang turun kepada saya sebelum lengser dari jabatan,” tutur pria asli dari Kelurahan Bareng itu.

Baca Juga: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Tegas Minta Investor Dua Pasar untuk Tanggung Jawab

Terpisah, Sekretaris DPC Gerindra Kota Malang Rimzah mengatakan, rekomendasi dari DPP telah dikeluarkan untuk Wahyu Hidayat.

Kini, Gerindra tinggal membutuhkan tambahan satu kursi.

”Koalisi Gerindra-PSI ini sudah ditetapkan dari pusat. Kini tinggal satu partai lagi,” ujarnya.

Sebagai informasi, perolehan kursi Gerindra sebanyak enam.

Sedangkan PSI ada dua kursi.

Untuk mengusung calon wali kota, butuh minimal 9 kursi.

Maka, Gerindra akan melakukan komunikasi lagi dengan parpol lain untuk memenuhi syarat tersebut. (adk/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pj wali kota malang #wahyu hidayat #Kota Malang #cakada #politiknya