RADAR MALANG - Muhammad Tito Karnavian, lahir di Palembang pada 26 Oktober 1964, adalah seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia yang telah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selama dua periode.
Karier Tito dimulai dari Akademi Kepolisian, di mana ia lulus sebagai lulusan terbaik pada tahun 1987 dan meraih bintang Adhi Makayasa.
Setelah meniti karier di kepolisian, Tito pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Baca Juga: Prabowo dan Gibran Diduga Tidak Akur, Akun Fufufafa Jadi Sorotan Publik
Karir Tito terus melonjak ketika ia menjabar sebagai Kepala Satuan Reserse Umum Polda Metro Jaya pada Oktober 2020.
Pada saat itu ia berhasil menangkap buron kasus Badan Urusan Logistik (Bulog), Soewondo.
Ditahun berikutnya Tito berhasil ditunjuk memimpin Tim Cobra yang beranggotakan 23 perwira polisi dan berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.
Selain bertugas di Polda Metro Jaya, Tito juga pernah mengemban tugas sebagai Kasubden Bantuan Densus 88/AT Bareskrim Polri, Kasubden Penindak Densus 88/AT Bareskrim Polri, Kasubden Intelijen Densus 88/AT Bareskrim Polri, dan Kadensus 88/AT Bareskrim Polri (2009).
Pada tahun 2016, ia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Di tahun yang sama ia berhasil menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Baca Juga: Fadli Zon, Dari Aktivis Mahasiswa Menjadi Menteri Kebudayaan Era Prabowo-Gibran
Pada tanggal 23 Oktober 2019, Tito resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Maju.
Pria yang memiliki gelar Jenderal (Purn) Polri Tito Karnavian ini kembali ditunjuk oleh Prabowo-Gibran dalam Kabinet Merah Putih menjadi Menteri Dalam Negeri.
Prestasi dan dedikasinya dalam menjalankan tugas membuatnya kembali dipercaya untuk menjabat sebagai Mendagri di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Tito Karnavian dikenal sebagai sosok yang tegas dan berprestasi dalam menangani berbagai isu keamanan dan ketertiban di Indonesia.
Dengan pengalaman dan keahliannya, Tito diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Editor : Aditya Novrian