RADAR MALANG - Meutya Hafid merupakan mantan jurnalis yang kini diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Wanita kelahiran Bandung ini dipercaya oleh Prabowo-Gibran untuk membantu menjalankan Kabinet Merah Putih.
Dari SD hingga SMA, ia bersekolah di Jakarta.
Baca Juga: Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif Berdarah Aceh
Lalu, pindah ke Singapura dan melanjutkan pendidikannya di Crescent Girl School Singapore.
Setelah itu, ia kuliah jurusan Manufacturing Engineering di University of New South Wales Sydney.
Pada tahun 2000 Meutya mulai merintis karir, bekerja sebagai wartawan di salah satu stasiun televisi di Indonesia.
Dalam perjalanannya mengemban tugas jurnalistik, ia terlibat dalam beberapa pemberitaan tragedi besar.
Seperti meliput daerah Aceh yang pada waktu itu masih konflik, dan dikirim lagi saat bencana Tsunami Aceh.
Beberapa minggu setelah bertugas di Aceh, dia langsung ditugaskan ke Irak.
Tidak ada yang menyangka, setelah meliput pemilu di Irak, Meutya bersama salah satu rekan kerjanya yang berperan sebagai cameraman menjadi korban penyanderaan.
Disandera di sebuah gua kecil di tengah gurun Ramadi selama tujuh hari oleh kelompok Mujahidin Irak.
Akhirnya dengan negosiasi dan bantuan dari pemerintah Indonesia mereka dilepaskan dalam kondisi sehat.
Terbitlah sebuah buku seusai tragedi penyanderaan, yang berjudul “168 Jam Dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak.”
Setelah mendapat banyak pengalaman di dunia jurnalistik, Meutya memutuskan untuk terjun ke dunia politik, bergabung dengan Partai Golkar.
Pada tahun 2009, ia menjadi anggota DPR untuk Dapil Sumatera Utara.
Kemudian naik DPR RI selama dua periode dari tahun 2014 hingga 2024.
Karirnya pun semakin melejit, ketika berhasil menjadi Ketua Komisi I DPR RI.
Berkat berbagai pengalaman yang dimilikinya, pada tahun ini Meutya Hafid berhasil terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), menggantikan Budi Arie Setiadi. (Najwa Azelia Putri Nasution)
Editor : Aditya Novrian