RADAR MALANG - Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Wihaji sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, bersamaan dengan penunjukan 47 menteri lainnya dalam Kabinet Merah Putih pada Minggu malam (20/10).
Mantan Bupati Batang ini resmi dilantik keesokan harinya, pada Senin pagi (21/10).
Dalam jabatannya, Wihaji akan membantu Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming selama lima tahun ke depan.
Wihaji lahir pada 22 Agustus 1976 di Sragen.
Ia telah menikah dan dikaruniai tiga anak.
Ia menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S3 Manajemen Lingkungan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Karir politiknya dimulai saat bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar), di mana ia terpilih sebagai staf ahli anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk daerah pemilihan Jawa Tengah IV.
Baca Juga: Profil Nasaruddin Umar, dari Imam Besar Masjid Istiqlal ke Menteri Agama di Kabinet Prabowo
Selain itu, Wihaji pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2014, ia maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI namun tidak terpilih.
Akhirnya, ia menjadi Bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2017-2022.
Selain di bidang politik, Wihaji juga memiliki pengalaman dalam sepak bola Indonesia.
Ia menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Batang selama dua periode hingga tahun 2025, serta menjadi pengurus Persibat Batang yang berlaga di Liga 3.
Selama menjabat sebagai Bupati Batang, Wihaji dikenal dengan kinerjanya yang baik dan banyak prestasi yang diraihnya. Terutama dalam bidang tata kelola dan layanan publik.
Ia berhasil menarik investasi dari dua perusahaan besar asal Korea Selatan dan Swiss ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Selain itu, Wihaji berhasil mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama enam tahun berturut-turut karena laporan keuangannya yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman, Sosok di Balik Kebijakan Pertanian Indonesia dalam Kabinet Merah Putih
Ia juga dikenal sangat peduli terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada tahun 2018, pria berusia 48 tahun ini sempat mengajar di SMPN 2 Batang, mendorong para siswa untuk peduli terhadap karakter dan nilai-nilai bangsa, tidak hanya berfokus pada nilai akademis.
Dedikasi ini berlanjut selama masa jabatannya sebagai Bupati, di mana ia sering datang ke sekolah-sekolah untuk mengajar dan mengenal lebih dekat karakter generasi muda di daerahnya.
Hal inilah yang membuatnya ditunjuk oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, Wihaji menghadapi banyak tugas dalam lima tahun ke depan, salah satunya adalah penanganan masalah stunting. (Sofia Fasya Nadhira)
Editor : Aditya Novrian