RADAR MALANG.Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menyampaikan kritik tajam terhadap oposisi politiknya, menuding mereka sebagai "kekuatan anti-negara" yang mengancam kestabilan pemerintahan.
Dalam pernyataan tegas, Yoon juga mengklaim bahwa Korea Utara telah meretas pemilu negaranya, sembari membela kebijakan darurat militer singkat selama enam jam sebagai langkah sah untuk mempertahankan demokrasi.
“Baik mereka mencoba memakzulkan saya atau menyelidiki tindakan saya, saya akan melawan semuanya dengan teguh,” ucap Yoon. Dilansir dari Reuters
Pernyataan ini merupakan respons pertamanya setelah meminta maaf pada Sabtu lalu terkait kebijakan darurat militer yang menuai kontroversi.
Sikap Yoon tersebut memantik reaksi keras dari Partai Demokrat yang menjadi oposisi utama. Salah satu pemimpin partai itu, Kim Min-seok, mengecam pidatonya sebagai "pertunjukan delusi" dan mendorong anggota parlemen dari partai berkuasa untuk mendukung proses pemakzulan.
Partai Kekuatan Rakyat (PPP), partai presiden yang saat ini memimpin pemerintahan, mulai menunjukkan retaknya dukungan terhadap Yoon.
Han Dong-hoon, pemimpin PPP, menyatakan bahwa pidato tersebut hanya mempertegas kesan bahwa Yoon melibatkan dirinya dalam tindakan pemberontakan.
Han bahkan mengusulkan agar partainya mempertimbangkan kebijakan resmi untuk mendukung pemungutan suara pemakzulan.
Meski sebelumnya pemungutan suara pemakzulan terhadap Yoon gagal karena boikot dari anggota partainya, upaya ini diperkirakan akan kembali dilakukan pada Sabtu mendatang.
Jika mayoritas anggota parlemen mendukung pemakzulan, kasus ini akan dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi, yang berpotensi membawa Korea Selatan ke dalam ketidakstabilan politik selama beberapa bulan.
Di tengah tekanan politik ini, Yoon menghadapi tuduhan tambahan terkait tindakan darurat militer yang diumumkan pada 3 Desember 2024.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai “kelompok kriminal” yang mencoba menggagalkan supremasi hukum di Korea Selatan.
Krisis ini menjadi salah satu tantangan besar bagi Yoon, yang sebelumnya dipilih secara demokratis untuk memimpin negeri tersebut. “Saya akan bertahan demi melindungi demokrasi kita dari upaya pengambilalihan kekuasaan secara paksa,” tegas Yoon.
Para pengamat politik memandang situasi ini dapat berdampak signifikan pada stabilitas pemerintahan Korea Selatan, di mana tekanan dari oposisi dan retaknya dukungan internal di PPP dapat menentukan nasib Yoon sebagai presiden dalam waktu dekat. (Silvia)
Editor : Aditya Novrian