Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Siap Wujudkan Malang Mbois dan Berkelas

Aditya Novrian • Kamis, 20 Februari 2025 | 19:35 WIB
BANTU SESAMA: Wali Kota Malang terpilih Wahyu Hidayat memberikan bantuan sosial kepada keluarga prasejahtera. (SATRIA CAHYONO/ RADAR MALANG)
BANTU SESAMA: Wali Kota Malang terpilih Wahyu Hidayat memberikan bantuan sosial kepada keluarga prasejahtera. (SATRIA CAHYONO/ RADAR MALANG)

Wahyu Hidayat memastikan bahwa transisi kepemimpinan tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan.

Sebagai buti, dia mengaku siap melanjutkan program-program yang sudah dirancang sebelumnya.

Baik itu program prioritas Pemkot Malang maupun program yang berasal dari instruksi pem]erintah pusat.

Wahyu mengaku dirinya sudah melakukan pertemuan dengan Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan.

Ada 11 program prioritas yang diminta dilanjutkan

Ada lima poin yang dijabarkan dalam jargon tersebut (selengkapnya baca grafis).

Wali Kota Malang terpilih Wahyu Hidayat mengatakan, sudah mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat.

Mulai dari banjir, pendidikan, hingga kesehatan.

”Kemudian dari lima poin kami jabarkan lagi dalam 10 poin lagi yang dinamakan Dasa Bakti Unggulan,” ujar Wahyu.

Sepuluh poin itu di antaranya Ngalam Santun, Ngalam Pinter, Ngalam Tahes, Ngalam Ngopeni, Ngalam Nyaman, Ngalam Seger, Ngalam Asyik, Ngalam Rijik, Ngalam Idrek, dan Ngalam Laris.

Ngalam Santun misalnya.

Wahyu ingin pendidikan dan kegiatan keagamaan yang inklusif dan toleran.

Menurutnya, sikap toleransi yang sudah dibangun masyarakat jadi fondasi yang kuat.

”Maka perlu semacam pendidikan karakter pada setiap jenjang supaya semakin kuat. Apalagi dengan majunya teknologi saat ini jadi tantangan,” tegas pria asli Kelurahan Bareng itu.

Lalu yang tak kalah penting adalah Ngalam Seger.

Dia ingin ada kampung ikonik yang menjadi pelestarian lingkungan.

Tak bisa dipungkiri, Kota Malang sudah berbeda dengan tahun 1980-an atau 1990-an yang dikenal sejuk dan dingin.

Semakin berkembangnya kota dan penduduk, maka harus ada solusi yang ditawarkan.

Wahyu dan Ali berjanji secara bertahap ke depan ada perluasan ruang terbuka hijau.

”Dalam RTH itu nantinya akan dilengkapi fasilitas bermain anak dan fasilitas untuk olahraga,” ujar Wahyu.

Di samping itu, Ngalam Nyaman juga bakal jadi prioritas.

Alumnus Planologi Institut Teknologi Nasional (ITN) itu paham betul bagaimana menata ruang kota.

Permasalahan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras jadi sorotan utamanya.

Wahyu bersama Ali akan menyelesaikan problem itu secara bertahap.

Apalagi dengan adanya masterplan drainase yang sudah disusun pemkot pada 2023 lalu sudah jadi bekal.

Targetnya pun sama, yakni 2028 Kota Malang bisa bebas banjir.

”Pembangunan selalu sesuai dengan RPJMD yang telah disusun. Kami pun optimistis bisa merealisasikan dengan bantuan semua pihak,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang terpilih Ali Muthohirin menambahkan, belum semua program bisa direalisasikan pada 2025.

Ada program yang rencananya direalisasikan mulai tahun 2026.

”Salah satunya program Rp 50 juta untuk setiap RT,” terang lelaki kelahiran Gresik tersebut.

Untuk program Rp 50 juta bagi setiap RT, masih akan dibentuk perwali pada akhir 2025.

Kemudian ada sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat.

Sebab, tahun anggaran 2025 juga sudah berjalan.

Namun seluruh program termasuk visi-misi sudah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026.

”Nanti juga akan kami lengkapi dalam perubahan anggaran keuangan (PAK),” tegas Ali.

Sebagai wakil wali kota, Ali juga akan melengkapi langkah Wahyu.

Termasuk melakukan konsolidasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah.

”Intinya kami akan bekerja bersama secara maksimal,” tandasnya. (mel/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Wali Kota Malang #wahyu hidayat #Kota Malang #transisi