MALANG KOTA –Kursi direktur di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Malang bakal kosong akhir tahun ini. Itu karena ada direktur yang mengundurkan diri dan purnatugas.
Direktur yang mundur adalah Dodot Tri Widodo. Selama ini Dodot mengemban amanah sebagai Direktur Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas). Dia mundur karena dianggat menjadi pimpinan direksi PT Food Station Tipinang Jaya, BUMD di bawah naungan pemprov DKI Jakarta.
Sedangkan direktur purnatugas adalah NyimasNunin Anisah. Nyimas merupakan Direktur BPR Tugu Artha. Jabatannya berakhir Desember depan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membenarkan bahwa Dodot mengajukan pengunduran diri sebagai direktur Perumda Tunas.
Namun pengajuan itu belum diterima Wahyu. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan Dodot sebelum pindah ke Jakarta. "Saya minta sebelum mundur, PR (pekerjaan rumah) yang belum tuntas diselesaikan terlebih dahulu. Ini sebagai bentuk tanggung jawab," ujar Wahyu.
Isu pengunduran diri Dodot Tri Widodo pertama kali mencuat dari unggahan akun Instagram karier_UB, 12 September lalu. Dalam postingan disebutkan, Dodot telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya.
"Saya sudah mengetahui bahwa dia sudah diterima di sana (PT Food Station Tjipinang Jaya). Meski demikian, masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan," tegas Wahyu. Pemilik Kursi N1 itu memastikan bahwa pengunduran diri tidak berkaitan dengan persoalan internal di tubuh PerumdaTunas.
Penerimaan Dodot di BUMD Pemprov DKI Jakarta menjadi bukti tidak ada masalah dalam kinerja maupun rekam jejaknya. ”Tidak ada masalah. Buktinya sudah diterima di sana. kalau ada masalah tidak mungkin diterima," tandas.
Terkait kinerja di Perumda Tunas, Wahyu menilai sudah bagus. Dari yang sebelumnya BUMD tersebut keuangannya minus,sekarang surplus, meskipun hanya puluhan juta.
Terkait kekosongan jabatan direktur, Wahyu segera membentuk panitia seleksi (pansel). Proses seleksi akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku bagi BUMD. ”Nantiada pansel untuk seleksi direktur BPR Tugu Artha dan Tunas. Kami juga mencari dewan pengawas, karena posisi tersebut kosong," pungkas pria yang disapa Pak Mboisitu.(adk/dan).
Editor : A. Nugroho