KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan sebanyak 215.000 rumah tangga akan mendapat sambungan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada tahun 2025.
Sejak diluncurkan pada 2022, program BPBL telah menerangi 367.212 rumah tangga di seluruh Indonesia.Realisasi tersebut terdiri atas 80.183 rumah tangga pada 2022, 131.600 rumah tangga pada 2023, dan 155.429 rumah tangga pada 2024.
Tahun 2025, program ini akan diperluas dengan prioritas bagi masyarakat miskin, terutama yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen menghadirkan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk keluarga prasejahtera yang hingga kini belum menikmati layanan kelistrikan.
Hal tersebut diungkapkan Bahlil saat kunjungan kerja di Papua Barat, Minggu (16/11/2025) seperti keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025). Menurut Bahlil, saat ini masih terdapat 5.758 desa belum berlistrik dan 4.310 dusun yang berada di desa yang sebagian daerahnya sudah berlistrikdi Indonesia.
Oleh karena itu, pemerataan elektrifikasi menjadi prioritas utama dalam mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang energi dan transisi energi. “Target Bapak Presiden Prabowo 2029-2030, semua Listrik di desa sudah harus terlayani,” ujar Bahlil.
Selain mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, Bahlil menekankan bahwa pemerataan akses energi sangat penting untuk memutar roda perekonomian dan bagian dari menjaga kedaulatan negara.
Menurutnya, hadirnya listrik akan mendorong teknologi ke sekolah-sekolah sehingga kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah di Indonesia.
Program BPBL 2025 tersebar di 36 provinsi. Masyarakat penerima bantuan mendapatkan Instalasi listrik rumah dengan 3 titik lampu dan 1 kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan sebagai pelanggan PLN dengan daya 900 VA, dan Voucher listrik sebesar Rp 100.000.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan sebanyak 215.000 rumah tangga akan mendapat sambungan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pada tahun 2025.
Sejak diluncurkan pada 2022, program BPBL telah menerangi 367.212 rumah tangga di seluruh Indonesia.Realisasi tersebut terdiri atas 80.183 rumah tangga pada 2022, 131.600 rumah tangga pada 2023, dan 155.429 rumah tangga pada 2024.
Tahun 2025, program ini akan diperluas dengan prioritas bagi masyarakat miskin, terutama yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen menghadirkan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk keluarga prasejahtera yang hingga kini belum menikmati layanan kelistrikan.
Hal tersebut diungkapkan Bahlil saat kunjungan kerja di Papua Barat, Minggu (16/11/2025) seperti keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025).
Menurut Bahlil, saat ini masih terdapat 5.758 desa belum berlistrik dan 4.310 dusun yang berada di desa yang sebagian daerahnya sudah berlistrikdi Indonesia. Oleh karena itu, pemerataan elektrifikasi menjadi prioritas utama dalam mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang energi dan transisi energi.
“Target Bapak Presiden Prabowo 2029-2030, semua Listrik di desa sudah harus terlayani,” ujar Bahlil.
Selain mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, Bahlil menekankan bahwa pemerataan akses energi sangat penting untuk memutar roda perekonomian dan bagian dari menjaga kedaulatan negara.
Menurutnya, hadirnya listrik akan mendorong teknologi ke sekolah-sekolah sehingga kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah di Indonesia.
Program BPBL 2025 tersebar di 36 provinsi. Masyarakat penerima bantuan mendapatkan Instalasi listrik rumah dengan 3 titik lampu dan 1 kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan sebagai pelanggan PLN dengan daya 900 VA, dan Voucher listrik sebesar Rp 100.000.
Editor : A. Nugroho