RADAR MALANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyampaikan dukungannya terhadap keputusan Pemerintah Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace (BoP) usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari Selasa (3/2/2026). Board of Peace merupakan sebuah organisasi yang semula telah dicetuskan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada September 2025 dan telah diresmikan pada 22 Januari 2026.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar memberikan dukungan sepanjang keikutsertaan organisasi tersebut membawa kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan ormas Islam yang datang ke Istana, Jakarta.
Pada pertemuan tersebut, Anwar menegaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh. Ia menyampaikan bahwa melalui Dewan Perdamaian, Presiden Prabowo berniat untuk membantu meringankan kesulitan yang telah dialami oleh masyarakat Palestina di Gaza.
Anwar menjelaskan, bahwa hal yang menjadi alasan dasar Prabowo dan negara islam lainnya bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tujuan tersebut dinilai oleh Anwar bahwa akan memberikan kemaslahatan.
Presiden Prabowo menegaskan opsi untuk keluar dari Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza apabila lembaga yang didirikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut tidak berhasil mewujudkan tujuan kemerdekaan Palestina. Komitmen ini disampaikan sebagai respons terhadap keraguan Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis juga menjelaskan, bahwa sebelumnya MUI merasa tidak yakin terhadap Board of Peace (BoP) karena rekam jejak Donal Trump sebagai inisiator dinilai kurang berpihak pada kemerdekaan Palestina. Namun Presiden Prabowo memastikan para tokoh lintas Ormas bahwa langkah diplomasi ini merupakan sebuah upaya yang strategis untuk memperjuangkan hak-hak Palestina.
“Presiden menyampaikan akan memperbaiki dari dalam. Kami tetap skeptis karena, pertama, rekam jejak Trump tidak membela Palestina. Kedua, Israel di bawah Netanyahu sampai sekarang tidak mengakui kemerdekaan Palestina,” Terang Kiai Cholil pada JawaPos
MUI juga menegaskan kembali agar pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Palestina tidak digunakan sebagai sarana untuk menekan antara kelompok-kelompok yang telah berjuang demi kemerdekaan Palestina, seperti Hamas, karena hal tersebut dinilai bisa menguntungkan Israel.
Penulis : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian