Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Peredaran Whip Pink Kembali Menjadi Sorotan dalam Rapat Bersama Komisi III DPR dengan BNN

Aditya Novrian • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi Whip Pink (Pinterest)
Ilustrasi Whip Pink (Pinterest)

RADAR MALANG – Peredaran Whip Pink kembali mencuri perhatian, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Selasa (3/2). Pada kesempatan tersebut, para anggota Komisi III DPR telah menyoroti terkait peristiwa tabung nitrous oxide (N2O) atau whip pink.

Gas N2O ini rentan disalahgunakan oleh kalangan anak muda, dikarenakan gas ini sebenarnya mempunyai fungsi utama yang aman dan beraneka ragam. Kegunaan gas N2O di bidang kuliner yaitu untuk pembuatan whipped cream, sementara di bidang otomotif kegunaan gas ini sebagai peningkat kecepatan dan dalam dunia medis mempunyai peran dalam pelaksanaan prosedur tertentu. Namun, gas ini kerap disalahgunakan secara rekreasional untuk mendapatkan efek hilang kendali.

Kategorisasi ini dibandingkan dengan lem aibon yang juga sering disalahgunakan karena, menimbulkan efek nge-fly. Namun, terdapat perbedaan pada kelompok pengguna yang mengonsumsinya. Lem aibon sering disalahgunakan para kalangan menengah ke bawah, sedangkan whip pink sering disalahgunakan para kalangan menengah ke atas.

Anggota Komisi III DPR RI, Rikwanto turut mempertanyakan apakah whip pink bisa dimasukkan ke dalam kategori narkotika, melihat penggunaan whip pink sudah mulai populer di lingkungan masyarakat. BNN mendapat dukungan untuk menambah anggaran di tahun 2026 untuk mendalami kasus penyalahgunaan whip pink.

Salah satu risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan whip pink adalah mencoba menghirup gas nitrous oxide dari tabungnya secara langsung. Aktivitas yang berisiko ini dapat menimbulkan radang dingin pada hidung, bibir dan tenggorokan (pita suara), akibat pelesapasan yang telah terjadi dalam suhu yang sangat rendah dan tekanan yang sangat tinggi.

Penggunaan dari gas nitrous oxide juga mempunyai efek jangka panjang, contohnya hilang ingatan, kekurangan vitamin B12, depresi, penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan pada sistem reproduksi, dan kerusakan otak dan saraf. Kekurangan vitamin B12 dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

 Baca Juga: Sebulan Ringkus Dua Warga Bululawang Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

 

Penulis: Anna Tasya Enzelina

 

Editor : Aditya Novrian
#DPR #whip pink #Narkotika #bnn