Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bahlil Pasang Target Baru, Cadangan BBM Nasional Diupayakan Tahan hingga 90 Hari

Aditya Novrian • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:15 WIB

Bahlil Lahadalia dalam  Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026. (@bahlillahadalia)
Bahlil Lahadalia dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026. (@bahlillahadalia)

RADAR MALANG Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan akan menambahkan kapasitas penyimpanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi 90 hari.

Sebelumnya, Bahlil mengutarakan bahwa stok BBM di tanah air aman untuk 20 hari ke depan. Sebab, kapasitas penyimpanan cadangan nasional Indonesia hanya mampu menampung stok BBM berkisar 20 hingga 25 hari. 

“Faktanya, ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25–26 hari, nggak lebih dari itu,” ujar Bahlil, dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.

Oleh karena itu, pemerintah tengah berupaya untuk membangun penyimpanan yang dapat menampung hingga 90 hari atau tiga bulan, demi kesesuaian dengan standar global. Bahlil juga menyatakan bahwa storage akan mulai dibangun di Sumatra pada 2026.

Baca Juga: Dubes Iran Tanggapi Tawaran Mediasi Prabowo untuk Konflik Iran–AS: Tak akan Ada Negosiasi

Ia melanjutkan bahwa stok nasional untuk minyak mentah, BBM, dan LPG menjelang Idul Fitri masih dalam kondisi aman.

“Jadi, menyangkut dengan persiapan hari raya Idulfitri, bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan bahwa stok BBM, crude, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” ungkap Bahlil. 

Sebelumnya, ketahanan energi Indonesia tengah menjadi perhatian usai serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel ke Iran. Serangan itu mendorong Iran untuk bertindak dengan menutup Selat Hormuz yang menyebabkan gangguan pada pasokan minyak global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur yang dilewati hampir 21 juta barel minyak per hari, yaitu sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia. Sebagian besar pengiriman minyak dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Asia harus melalui rute ini sebelum sampai ke pasar internasional.

Penulis: Afida Rahma Tsabita

Editor : Aditya Novrian
#BBM #konflik timur tengah #bahlil lahadalia