RADAR MALANG - Dyah Roro Esti kini menjadi Wakil Menteri termuda dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Prabowo.
Saat ini, Dyah berusia 31 tahun, ia lahir di Jakarta pada 25 Mei 1993.
Ia adalah seorang politikus dari Partai Golkar.
Dyah memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ekonomi dan Sosiologi, yang ia peroleh dari Universitas Manchester pada 2013.
Selain itu, Dyah juga pernah mengikuti program pascasarjana di Harvard University dan McGill University di Kanada.
Ketika berkuliah di luar negeri, Dyah adalah penerima penuh beasiswa LPDP.
Ia juga berhasil meraih gelar M.Sc. di bidang Teknik Lingkungan dari Imperial College London.
Dyah juga turut mendirikan Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I).
Dalam dunia politik, Dyah telah berpengalaman sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019–2024, khususnya di Komisi VII yang mengurus bidang Industri, Energi, Riset, dan Inovasi.
Ia juga berperan sebagai anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Sekretaris Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI, Bendahara Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), dan menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum di DPP Golkar sejak 2019.
Selain itu, Dyah pernah menjadi Wakil Ketua Pengawas Energi Terbarukan (METI) sejak 2022 dan anggota Dewan Komisioner Low Carbon Development Indonesia (LCDI) sejak 2021.
Dyah juga mengetuai kerja sama antara Indonesia dan Peru serta terlibat dalam organisasi internasional, termasuk Dewan Muda IPU dan World Bank Young MPs Steering Committee sejak 2022.
Sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Dyah akan bekerja bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso.
Fokus utama Dyah adalah memperkuat hubungan dagang internasional, menangani sengketa perdagangan di World Trade Organization (WTO), dan mengembangkan perdagangan digital.
Dyah menyampaikan bahwa Prabowo berpesan agar produk Indonesia memiliki daya saing yang kuat terhadap produk impor serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain.
Pesan ini disampaikan Dyah usai pelantikan menteri dan wakil menteri oleh Prabowo (21/10). (Septi Alina)
Editor : Aditya Novrian