JAKARTA, RADAR MALANG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai memberlakukan pemadaman lampu di Gedung MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, Senayan, Jakarta, sejak pukul 18.00 WIB. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menghemat energi dan menjaga fiskal negara.
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menyatakan bahwa penghentian aliran listrik akan dilaksanakan di semua kantor dan ruang kerja mulai pukul 18.00 WIB hingga pagi hari.
“Langkah ini merupakan bagian dari kesadaran bersama untuk mengelola anggaran negara secara lebih efisien di tengah dinamika ekonomi global,” kata Indra, dilansir dari Media DPR RI.
Baca Juga: Dinilai Tidak Adil Bagi Negara, MK Putuskan Dana Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR Inkonstitusional
Ia mengungkapkan, meskipun hanya sedikit pegawai yang bertugas di malam hari, tetapi konsumsi listrik tetap tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada fungsi gedung, termasuk penggunaan elevator dan fasilitas lain yang perlu tetap berjalan.
“Mulai hari ini kita lakukan pengaturan yang lebih ketat. Jadi bukan sekadar pemadaman, tapi pengaturan waktu penggunaan listrik agar lebih efisien,” ungkapnya.
Petugas yang bertanggung jawab atas pengelolaan gedung di DPR akan mengawasi pemakaian listrik tersebut. "Pokja (kelompok kerja) bagian gedung akan kontrol untuk penggunaan listrik juga AC," tambah Indra, dilansir dari Antara.
Tidak hanya listrik, efisiensi anggaran juga menyasar penggunaan bahan bakar minyak (BBM). DPR RI akan menerapkan langkah penghematan BBM untuk kendaraan yang digunakan oleh pejabat Sekretariat Jenderal DPR RI, dari eselon 3 hingga eselon 1.
Penghematan tersebut akan mulai dilaksanakan pada hari Senin (30/3), saat seluruh pejabat Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI sudah hadir.
Sebelumnya, pada Jumat (27/3), Setjen DPR RI mengungkapkan terdapat tiga poin utama efisiensi yang akan diterapkan, yaitu pengurangan penggunaan BBM, pengelolaan penggunaan listrik di area gedung DPR, dan pembatasan perjalanan dinas.
Langkah-langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengelola anggaran negara secara lebih efisien dan tepat sasaran.
Editor : Aditya Novrian