Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Pejabat Eselon I dalam Rapat Kerja, Ini Alasannya

Afida Rahma Tsabita • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 12:00 WIB
Presiden Prabowo dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. (presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. (presidenrepublikindonesia)

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan ratusan pejabat yang terdiri atas menteri, eselon I kementerian/lembaga, petinggi TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan direksi BUMN dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Rabu (8/4). 

Presiden Prabowo menjelaskan, rapat tersebut digelar untuk memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintahan. 

"Maksud dan tujuan rapat kerja ini adalah kesempatan saya menyampaikan arahan-arahan, bisa dikatakan satu tahun lebih kita menjalankan mandat kita sebagai mandataris rakyat sejak Oktober 2024," ujar Prabowo, dikutip dari Antara, pada Rabu (8/4).

Presiden menyampaikan evaluasi atas kinerja pemerintahannya yang sudah berjalan 1,5 tahun. Ia mengaku bersyukur karena pemerintahannya dinilai mampu mengendalikan arah perkembangan bangsa.

Baca Juga: Idrus Marham Kecam Narasi Provokatif soal Gulingkan Prabowo, Sebut Berisiko Ganggu Stabilitas Nasional

"Alhamdulillah, pemerintah kita di mana saudara-saudara adalah bagian dari pemerintahan yang saya pimpin sudah 1,5 tahun, alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita," lanjutnya.

Selama rentang waktu tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintahan yang ia pimpin telah melaksanakan tugas dengan baik di tengah keadaan dunia yang tidak pasti.

“Di tahun pertama kita, tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai, tonggak-tonggak prestasi yang nyata, di tengah prestasi yang nyata ini, kita menghadapi keadaan dunia, yang penuh dengan ketidakpastian, dengan penuh konflik, peperangan dimana-dimana," ucapnya, dikutip dari JawaPos.com, pada Rabu (8/4).

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo turut mengingatkan tentang sejumlah potensi ancaman, seperti krisis pangan, energi, dan air.

Ancaman yang muncul akibat perkembangan teknologi juga tidak luput dari perhatian. Presiden menekankan bahaya informasi palsu dan konten hasil Artificial Intelligence (AI), seperti deepfake.

  

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Jawa Pos, Antara News
rapat kerja Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo