Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik dalam Penurunan Pengangguran

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 9 Juni 2026 | 13:00 WIB
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik dalam Penurunan Pengangguran
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik dalam Penurunan Pengangguran

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pemprov Jatim sukses meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kemendagri di Yogyakarta Marriott Hotel, 4 Juni lalu.

Penghargaan yang diraih berupa Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran (TPT).

Atas capaian yang diraih, Pemprov Jatim tidak hanya menerima penghargaan, juga mendapat insentif sebesar Rp 3 miliar. Itu sebagai apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan. 

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

”Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini, semua elemen, dunia usaha, serta dunia industri,” ujar Khofifah. 

Penghargaan yang diraih merupakan upaya mencapai banyak poin indikator kinerja utama yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Keberhasilan menurunkan TPT tecermin dari data Badan Pusat Statistik 
(BPS) Provinsi Jatim yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 sebesar 3,55 persen. Jumlah itu menurun dibanding Februari 2025 yakni 3,61 persen. 

Angka tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada level 4,68 persen.

Bahkan, dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jawa Timur menunjukkan penurunan yang konsisten. Dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Khofifah menjabarkan, salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja. 

”Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan 
dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” tutur Khofifah.

Data BPS menunjukkan, TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dibanding Februari 2025 yakni 5,87 persen.

Dengan capaian yang ada, lulusan SMK tidak lagi jadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi di Jatim.

Selain tingkat pengangguran yang terus  menurun, kualitas pasar kerja Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur meningkat menjadi 74,78 persen, atau naik 0,53 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang. Bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

”Insentif fiskal yang diberikan pemerintah pusat akan kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan  kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas,” tegasnya. (mel/gp)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
pemerintah daerah berprestasi 2026 gubernur jatim Pemprov Jatim penghargaan