TIDAK bisa dipungkiri, Kota Malang merupakan salah satu dari sekian banyak kota yang ada di Indonesia.
Keberadaan kota ini menjadi magnet bagi banyak masyarakat di berbagai belahan penjuru negeri.
Bukan hanya statusnya sebagai kota pelajar dan pendidikan, peninggalan masa lampau dan peristiwa-peristiwa bersejarah bangsa terukir indah di kota yang berhawa dingin ini.
Setidaknya ada 62 perguruan tinggi dengan 5 di antaranya perguruan tinggi negeri dan 57 perguruan tinggi swasta.
Berdasarkan berbagai sumber, ada 330 ribu mahasiswa yang tinggal di Kota Malang pada tahun 2022.
Kondisi tersebut tentu bukan hanya menimbulkan gelombang perubahan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan budaya di tengah-tengah masyarakat.
Baca Juga : Yayasan Semain Gandeng RSU Wajak Husada dan Kordoba Gelar Cukur Amal.
Melainkan juga memunculkan dampak baru terkait daya tampung kota. Salah satunya kemacetan yang terjadi di sudut-sudut Kota Malang.
Penyebabnya, semakin hari jumlah penduduk semakin bertambah. Orang yang memiliki kendaraan semakin banyak, namun ruas jalan dan fasilitas umum yang tersedia relatif tetap.
Jika dilihat dari sudut pandang potensi ekonomi, maka keberadaan mahasiswa di Kota Malang tentu membawa berkah bagi meroketnya geliat ekonomi.
Setiap mahasiswa rata-rata membelanjakan uang sakunya Rp 1 – Rp 2 juta rupiah. Maka ada potensi perputaran uang mencapai Rp 330 miliar hingga Rp 660 miliar per bulan.
Belum lagi keberadaan 62 kampus di Kota Malang. Tentu saja salah satu fungsinya adalah adanya program pengabdian kepada masyarakat.
Ini sebagaimana yang termaktub dalam Tri Dharma Perguran tinggi.
Baca Juga : Pemilik RSU Wajak Husada Terpilih Sebagai Presiden Nusantara Gilang Gemilang.
Kemampuan Kota Malang di usianya yang 109 tahun ini untuk melakukan konsolidasi resources yang ada tentu akan semakin menjadikan Malang sebagai Kota yang berkemajuan.
Resources itu berupa kampus dan mahasiswanya, para stakeholder, pegiat bisnis dan segmen penggerak lainnya.
Ini semua selazimnya menjadi mitra strategis bagi pemerintah untuk membooster kemajuan Kota Malang yang berkelanjutan.
Kota Malang yang Mandiri, Tangguh dan Berkelanjutan hanya akan bisa dicapai apabila seluruh elemen masyarakat Kota Malang memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan daerah.
Tanpa batas sekat agama, suku, ras dan golongan yang pada beberapa kesempatan terakhir, isu-isunya cukup mengusik batin.
Kota Malang gemilang adalah sebuah narasi yang wajib untuk diwujudkan. Di mana pemerintah hadir dengan kepemimpinan kuat di tengah-tengah masyarakat dan memberi solusi atas segala permasalahan dan berorientasi pada pengembangan kota.
Baca Juga : Founder RSU Wajak Husada Salurkan Bantuan Musala di Prangas Klepu.
Masyarakat semakin bijaksana dan adaptif mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.
Urun tangan pihak swasta memadai. Serta, ada daya dorong kampus sebagai aktor intelektual untuk melakukan transformasi sosial berkemajuan di tengah masyarakat.
Dirgahayu ke-109 Kota Malang, sukses dan jaya selalu menjadi Kota yang Mandiri, Tangguh dan Berkelanjutan dalam melakukan pembangunan siapa pun pemimpinnya.(jprm1)
Oleh : drh Puguh Wiji Pamungkas MM.
Penulis adalah Presiden Nusantara Gilang Gemilang dan Founder RSU Wajak Husada.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana