Meski tiap hari menjalani latihan berat, Ramadhan Zidani tak pernah membatalkan puasa. Kapten tim futsal Malang Unggul FC itu mampu mengelola tenaganya, sehingga tubuhnya selalu bugar. Bagaimana caranya?
GALIH R. PRASETYO
HIDANGAN makanan di meja depannya itu disantap dengan lahap, kemarin petang (6/4). Semuanya habis, termasuk es buah sebagai hidangan penutup buka puasa.
Maklum, hari itu tenaganya terkuras habis di lapangan futsal.
”Setiap buka puasa ya langsung seperti ini Mas (makan berat, Red),” ujar Ramadhan Zidani mengawali pembicaraan dengan Jawa Pos Radar Malang.
Jika asupan makanan tidak tercukupi, atlet futsal 24 tahun itu merasa lemas. Kondisi itu membuatnya sulit untuk beraktivitas.
Apalagi dia sedang menyiapkan diri untuk tampil dalam ajang Pro Futsal League putaran kedua, Mei depan. Dalam seminggu, Zidani berlatih enam kali.
Khusus hari Selasa dan Kamis, latihannya makin berat. ”Sehari berlatih dua kali,” kata mantan pemain Timnas Futsal U-20 itu.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (4).
Latihan dimulai pukul 16.00 sampai buka puasa, kemudian dilanjut lagi setelah salat tawarih sekitar pukul 20.00. Setelah itu, dia masih menempa fisiknya di tempat gym.
Tujuannya untuk melatih otot. Umumnya latihan otot berlangsung sekitar 1,5 jam sampai 2 jam. Latihan berat ditempuh agar tidak gagal meraih juara.
Di sisi lain, dia juga tidak ingin melewatkan bulan suci Ramadan tanpa ibadah. Baginya, Ramadan adalah bulan spesial untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Karena itu, dia puasa full sejak hari pertama Ramadan. ”Kalau sampai bolong puasa, malu dengan diri sendiri. Ramadan tahun lalu juga full puasanya," kata dia.
Agar latihan dan puasa berjalan, dia menerapkan dua hal. Pertama, mengatur asupan makanan. Kemudian langkah kedua, mengelola tenaga.
Untuk menghemat tenaga, mantan pemain IPC Pelindo itu membatasi aktivitas seperti lari. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
”Lari membuat banyak cairan tubuh keluar. Sebelum latihan juga lebih banyak rest atau istirahat," tuturnya.
Sementara untuk mengatur asupan makanan, dia mengonsumsi yang punya kandungan gizi. Seperti sayur dan daging.
"Agar lebih maksimal, saya juga mengonsumsi susu tinggi protein," kata pemain identik dengan nomor punggung 7 tersebut.
Setiap sahur, dia juga mengonsumsi minimal 1-1,5 liter air. Itu dilakukan supaya tidak dehidrasi. Hasilnya, dia tidak merasa dahaga meski latihan berat.
Baginya, Ramadan mempunyai banyak keuntungan. Salah satu yang paling terasa tubuh jauh lebih segar.
"Mungkin karena saat berpuasa toxic atau racun dalam tubuh dibuang," katanya.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (3).
Tantangan yang dia rasakan selama Ramadan justru kangen keluarga. Ya, istri dan anak Zidani tinggal di Bandung.
Sedangkan dia berlatih di Kota Malang. Meski dilanda rindu, dia selalu berusaha untuk kuat.
Zidani ingin professional dalam bidang yang digeluti.
"Tidak boleh kendur dengan tantangannya. Karena ini sudah pilihan saya. Harus maksimal, pokoknya," ucap brand ambassador Ortuseight tersebut. (*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana