Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Priska Okto Dwi Putri Jayanti, Jebolan Ajang Show Rising Star Indonesia

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 16 Mei 2023 | 01:00 WIB
BANTING SETIR: Priska Okto Dwi Putri Jayanti meninggalkan impian menjadi penyanyi terkenal dan memilih menjalankan usaha dengan memanfaatkan Tiktok dan Shopee.(DOKUMEN PRIBADI)
BANTING SETIR: Priska Okto Dwi Putri Jayanti meninggalkan impian menjadi penyanyi terkenal dan memilih menjalankan usaha dengan memanfaatkan Tiktok dan Shopee.(DOKUMEN PRIBADI)
Kesulitan Berkarier di Dunia Musik, Kini Laris Review Barang di Tiktok

Priska sempat bermimpi punya karier mentereng di dunia musik. Apalagi dia sudah malang melintang di ajang pencarian bakat. Namun, tekanan ekonomi membuatnya banting setir. Kini, ibu satu anak itu laris dipercaya melakukan live review produk di Tiktok maupun Shopee.

MOH. HAIKAL ASLIKH ROSYADA

PERJUANGAN untuk meniti karier di dunia hiburan sudah dimulai Priska sejak masih duduk di bangku SMAN 1 Lawang. Berbagai macam perlombaan di dunia tarik suara dia ikuti. Kala itu dia masih punya harapan bisa menjadi penyanyi terkenal seperti idolanya, Vina Panduwinata.

Sejak 2013, terhitung sudah tiga kali Priska mengikuti Indonesian Idol. Namun dia hanya mampu menembus tahap audisi di Surabaya. Baru pada 2016 dia berhasil mencatat prestasi dengan memenangi ajang Bintang TV Jawa Timur. Acara itu diselenggarakan AFA Production di Surabaya dan diikuti ribuan peserta dari seluruh Jawa Timur.

Prestasi tersebut mendorong Priska yang kala itu masih kuliah di UIN Maliki Malang untuk kembali mencoba peruntungan di ajang pencarian bakat level nasional. Kebetulan yang sedang booming kala itu adalah Rising Star Indonesia besutan RCTI. ”Di Rising Star 2016 itu saya masuk kategori grup atau duo. Bareng sama gitaris teman di kampus, namanya Syamsu,” kata perempuan 27 tahun tersebut.

Sayang, perjalanannya harus terhenti sampai babak live audition. Padahal, selangkah lagi dia sudah berapa di babak 12 besar. Meski demikian Priska merasa mendapat banyak pengalaman berharga dari ajang tersebut. Misalnya, bertemu langsung dengan para artis yang menjadi juri. Sekaligus belajar tentang musik kepada mereka. Bahkan Priska juga sempat latihan di Studio musik milik Ahmad Dhani, pentolan Dewa 19.

Meski gagal masuk 12 besar, Priska yang saat itu menggunakan nama panggung Syamka masih berusaha bertahan di dunia hiburan tanah air. Salah satunya dengan menjadi penyanyi freelance dan menjadi pengisi musik di sekitar Malang Raya bersama band lokal, Marva.

Harapannya, dia tetap bisa berkarier seperti jebolan Rising Star seangkatannya. Seperti Ghea Indrawari yang sama-sama gagal di live audition. Ataupun Zerosix Park, Andmesh Kamaleng, serta rekan lain yang setelah ajang tersebut masih bisa mewarnai blantika musik dan hiburan tanah air.

Sayang, keinginan itu tak kunjung kesampaian. Kariernya terus meredup seiring dengan impitan ekonomi dan meninggalnya sang ayah pada 2019. Akhirnya, perempuan yang kini tinggal di Kecamatan Lawang itu memutuskan untuk tidak lagi berharap pada musik.

”Waktu ikut Rising Star Indonesia di Jakarta, dulu sempat terbayang bisa menjadi penyanyi dan artis di ibu kota. Tapi dunia hiburan itu kejam,” kelakarnya. Bahkan Priska sempat merasa visualnya kurang menjual di dunia hiburan lantaran mengenakan jilbab. ”Walaupun suara oke, kalau penampilan masih terlihat ndeso, ya siapa yang mau? Apalagi produser, masuk kantor label saja, saya dikira OB," tambahnya.

Menikah dan memutuskan berhenti dari dunia hiburan ternyata membuka pintu rezeki lain bagi Priska. Semua berawal dari iseng live di Tiktok dan Shopee untuk memasarkan barang dagangan. Tanpa disangka, banyak pihak meminta bantuan untuk menjualkan produk melalui media sosial dan market place tersebut.

”Yang sekarang paling besar pendapatannya ya dari Tiktok. Selain dibayar pihak Tiktok, juga dibayar orang yang menggunakan jasa saya,” lanjutnya.

Dia mengakui bahwa pendapatan dari live semacam itu memang tak menentu. Namun kalau dikumpulkan akhirnya juga terbilang besar. Dalam satu hari rata-rata mencapai Rp 600 ribu. Belum lagi bayaran yang diperoleh dari pihak yang meminjamkan akun untuk berjualan.

Priska menceritakan, pertama kali live di Tiktok dan Shopee dia lakukan karena ada pihak yang kirim barang dan minta di-review serta dijualkan. Itu pun masih sebatas menggunakan akun Priska sendiri. Lama-kelamaan, banyak dari toko online yang mengirim stok barang dan akun media sosial untuk dibantu berjualan. Ada juga pihak yang menawarkan endorsement.

Priska juga sangat menikmati bisnis semacam itu lantaran tidak terlalu ada kendala. Hanya perlu pintas mengatur waktu untuk live dan mengirim barang, serta mengasuh anaknya yang masih balita. Apalagi di Tiktok ada banyak gift yang bisa dirupiahkan. Bahkan setiap hadiah virtual yang dia dapatkan bisa ditukar dengan uang senilai Rp 4 juta hingga Rp 6 juta dalam satu bulan.

Penghasilan itu bisa lebih besar jika live di TikTok mendapatkan endorse dari produk tertentu. Untuk saat ini, nilai kontrak yang bisa dia dapat dari endorse bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 5 juta dalam sekali live.

”Ternyata menggantungkan hidup dari dunia hiburan itu tidak segampang yang dibayangkan. Orang bisa berhasil jadi musisi atau seniman lain kalau sudah jadi artis terkenal. Kalau masih lokal ya gak seberapa, kecuali dia sudah kaya sejak lahir,” tutupnya. (*/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #media online malang #berita malang #Mahasiswa malang #radar malang hari ini #Pemkab Malang #Pemkot Malang #berita malang hari ini #malang kota #wisata malang #kuliner malang #radar malang #pemkot batu #malang kipa