Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dwi Edi Kurniawan, Pelatih asal Sumawe yang Cetak Atlet Juara SEA Games 2023

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 1 Juni 2023 | 03:00 WIB
BERSAMA : Dwi Edi Kurniawan berfoto dengan atlet binaannya yang meraih emas di Sea Games Kamboja. (Dwi Edi Kurniawan for Radar Malang)
BERSAMA : Dwi Edi Kurniawan berfoto dengan atlet binaannya yang meraih emas di Sea Games Kamboja. (Dwi Edi Kurniawan for Radar Malang)
Di balik moncernya atlet sepeda dalam SEA Games 2023 di Kamboja, ada sosok Dwi Edi Kurniawan. Pelatih asal Bumi Kanjuruhan itu berhasil mencetak atlet-atlet yang mendulang empat emas dari lima yang dilombakan. Satu tahun terakhir, anak didiknya mendulang 18 medali dari berbagai kejuaraan internasional.

INDAH MEI YUNITA

SUARA Dwi Edi Kurniawan terdengar jelas ketika menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Malang melalui sambungan telepon seluler (ponsel), Senin malam (29/5). Pria yang berdomisili di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang itu bangga atas prestasi gemilang yang diukir anak didiknya di ajang SEA Games 2023 di Kamboja, 5-17 Mei lalu.

Dari lima kategori yang dipertandingkan di cabang olah raga (cabor) sepeda, empat di antaranya dimenangkan oleh atlet asal Indonesia. Yakni kategori Cross Country Olympic (XCO) putra, XCO putri, Mixed Cross Country Relay (XCR), dan Cross Country Eliminator (XCE) putri.

Dwi tahu betul cara memperlakukan atlet, sehingga berhasil mendulang empat emas dari lima yang dilombakan. ”Sebelum memegang atlet, harus pernah menjadi atlet dulu,” ujarnya sembari tertawa.

Sebelum menjadi pelatih, Dwi adalah atlet berprestasi. Banyak kejuaraan balap sepeda yang dia menangkan. Terlahir dari keluarga petani, dia tidak menyangka bisa menjadi atlet sepeda. Kedua orang tuanya juga tak memiliki latar belakang olahraga sepeda.

Kecintaannya terhadap sepeda tumbuh lantaran Dwi kecil suka nonton lomba sepeda gunung di televisi. Kala itu, dia bangga ketika melihat atlet sepeda asal Bumi Arema ikut dalam perlombaan tersebut.

Dari kebiasaannya menyaksikan kejuaraan sepeda di televisi itu, lantas Dwi mencari tahu tentang dunia sepeda. Hingga pada suatu ketika dia mengetahui ada kantor Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang di Velodrome, Sawojajar.

Sejak saat itu, setiap enam bulan sekali dia bersepeda dari rumahnya di Sumbermanjing Wetan menuju Kota Malang. Biasanya ketika Sabtu. ”Di Kota Malang, saya tinggal di rumah saudara di Jalan Muharto, Kotalama,” katanya.

Keesokan harinya, Minggu dia mengayuh sepeda ke Velodrome. Di sana, dia berkenalan dengan atlet balap sepeda. Pada 2004 lalu, dia memulai menjalani latihan sepeda bersama para atlet ISSI Kota Malang.

Sebagai wakil Kota Malang, Dwi berkali-kali menyumbangkan piala. Salah satunya medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2009. Dia juga menjadi atlet nomor satu di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur (Jatim) pada 2009-2011.

”Saat Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012, saya juga menyumbang medali perunggu,” ungkapnya.

Meski meraih medali, Dwi tidak diterjunkan dalam gelaran PON 2012. "Mungkin, ada alasan lain, sehingga saya tidak diberangkatkan ke PON," kata dia dengan nada lirih.

Kecewa lantaran tidak diterjunkan di kompetisi nasional itu, Dwi memutuskan pensiun dini. Sejak saat itu, dia bertekad melatih atlet-atlet agar menorehkan prestasi. ”Semua pelajaran yang saya dapatkan dari pelatih, sudah saya sampaikan,” katanya.

”Dari menjadi atlet, saya bisa mengetahui bagaimana cara memperlakukan atlet dengan baik,” tambahnya.

Berlisensi Internasional, Anak Asuhnya Raih Empat Medali Emas

Kariernya sebagai pelatih dimulai pada 2014 lalu. Tiga tahun kemudian, dia mengambil berbagai pelatihan agar berlisensi. "Tahun 2017 saya mendapatkan lisensi pelatih nasional. Kemudian pada 2022 saya memperoleh lisensi level internasional,” ungkapnya bangga.

Berbagai prestasi internasional pun satu per satu berhasil ditorehkan oleh atlet bimbingannya. ”Saya mendampingi atlet pada Agustus 2022 lalu. Waktu itu untuk World Cup MTB di Palangkaraya. Alhamdulillah dapat medali perunggu," ungkap Dwi.

Kemudian Kejuaraan Asia di Korea pada November 2022 mendapatkan dua perak dan dua perunggu. Maret 2023 berhasil meraih lima medali di ajang Thailand Cup I. Yakni dua emas, dua perak, dan satu perunggu. "Baru setelahnya SEA Games 2023 di Kamboja. Kami memperoleh empat emas, satu perak, dan dua perunggu," ucapnya. Terbaru, 25 Mei lalu, dia mengantarkan timnya meraih dua emas di ajang Thailand Cup II. (*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #batu kota #media online malang #berita malang #Mahasiswa malang #radar malang hari ini #berita malang hari ini #malang kota #wisata malang #kuliner malang #radar malang #malang kabupaten #malang kipa