Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prajurit Divif 2 Kostrad Singosari Malang Sertu Moh. Fadli Canu, Pasang Pipa di Bawah Laut tanpa Alat Khusus

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 21 November 2023 | 23:00 WIB

 

HIDUP DENGAN LAUT: Sertu Moh. Fadli Canu (kiri) bersama komandan kompi (danki) di Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat lalu (17/11).
HIDUP DENGAN LAUT: Sertu Moh. Fadli Canu (kiri) bersama komandan kompi (danki) di Divif 2 Kostrad, Singosari, Kabupaten Malang, Jumat lalu (17/11).

Hanya Pakai Celana Pendek dan Kacamata Renang

Sertu Moh. Fadli Canu termasuk prajurit TNI yang punya kemampuan langka. Mampu memasang pipa di bawah laut tanpa pakaian khusus. Keahlian itu membuat dia mendapatkan penghargaan Soedirman Awards 2023, 13 November lalu.

BIYAN MUDZAKY HANINDITO

RUANG Mako Denpal Divif 2 Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang terasa sunyi. Sertu Moh. Fadli Canu duduk di kursi, tepat di samping komandan kompi (Danki) Lettu Cpl Dias Nuansa S, S Tr(Han), Jumat (17/11). Fadli merupakan anggota divif 2 kostrad yang punya keahlian khusus, yakni menyelam di laut tanpa dilengkapi pakaian khusus.

Kelebihan menyelam tanpa peralatan itulah yang membuat dia ditugaskan membangun instalasi air bersih di Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Instalasi itu mengharuskan ada pemasangan pipa di laut dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Dia merupakan satu-satunya TNI yang dikirim divif 2 kostrad. Tidak ada yang lain. Atas kemampuan tersebut, 13 November lalu dia mendapat penghargaan Soedirman Award 2023 di Jakarta. ”Saya tidak menyangka bakal mendapat penghargaan. Saya ini kan semata-mata menjalankan tugas,” ujar Fadli merendah.

Beberapa hari sebelum menerima penghargaan, dia dihubungi penyelenggara acara. Mulanya dia tidak percaya. Tapi setelah konfirmasi ke Mabes TNI-AD, akhirnya dia memercayai. ”Waktu menerima kabar (diberi penghargaan), masih tahap pengerjaan akhir. Finishing,” kata prajurit berusia 25 tahun itu.

Dia mempunyai keahlian menyelam di laut tanpa pakaian pelindung karena terbiasa menyelam sejak kecil. Khas bocah-bocah suku Bajo, kehidupan Fadli kecil tidak jauh dari air. Kebetulan, proyek penyambungan instalasi air bersih juga dibangun di kampung halamannya, Desa Pulau Enam. ”Saya juga mendapat tugas untuk meyakinkan masyarakat agar ikut serta dalam program ini. Akhirnya terkumpul 15 sampai 20 orang warga yang berpartisipasi,” kata dia.

Dalam proyek tersebut, Fadli harus menyambung pipa dari Pulau Una-Una ke Desa Pula Enam. Jaraknya sekitar 6,5 kilometer, tapi harus menyeberang laut. Pipa yang dipakai berwarna hitam dan berbahan dasar kombinasi karet dan plastik. Dengan diameter serupa bola golf.

"Disambung di darat. Sampai berapa ratus meter kemudian ditarik memakai perahu ke tengah laut,” terang prajurit TNI yang masih membujang itu.

Tentu pengerjaan melibatkan warga sekitar. Tapi yang menyelam ke laut untuk memastikan pemasangan pipa sudah pas adalah Fadli seorang diri. Letak penyambungan pipa di kedalaman hingga 30 meter.

Pada kedalaman tersebut, cahaya matahari dari permukaan air sudah tidak sampai menerangi kedalaman 30 meter. Dalam kondisi tersebut, Fadli harus mampu bertahan, meski tekanan air bisa memecahkan gendang telinga.

Apalagi dia tidak menggunakan peralatan khusus. Hanya bercelana pendek, baju biasa, dan kacamata selam. ”Setiap 5 menit harus naik ke atas,” kata Fadli.

Itu dilakukan untuk mengambil napas, sekaligus trik agar gendang telinga tidak pecah akibat tekanan air laut. Kemampuan yang dimiliki Fadli itu tergolong langka. Tidak banyak yang memiliki kemampuan tersebut, termasuk prajurit TNI.

”Orang normal, bertahan satu menit saja sulit,” timpal Dankipal 1 Lettu Cpl Dias Nuansa S S Tr(Han) yang duduk di samping Fadli.

Mengawali proyek tersebut, Fadli sempat kesulitan. Meski sejak kecil terbiasa menyelam, namun dia sudah lama tidak menyelam. Sehingga dia harus beradaptasi. "Kalau pas kecil, saya biasa (menyelam) di kedalaman 10 sampai 15 meter. Jadi 30 meter itu menjadi tantangan tersendiri," kata prajurit penyuka tombak ikan di laut itu. Kini, pengerjaan pipa tersebut hampir selesai. Tapi masih ada beberapa proyek lagi di desa lain yang menunggunya.(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pipa bawah laut #Divif 2 Kostrad Singosari