Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenalkan Keindahan Alam Desa Taji Kabupaten Malang hingga Mancanegara

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 4 Desember 2023 | 23:00 WIB
Moch. Sulasto Widodo (kanan) salah satu pemenang Korpri Awards 2023
Moch. Sulasto Widodo (kanan) salah satu pemenang Korpri Awards 2023

Upaya Moch. Sulasto Widodo memasarkan wisata alam Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, membuahkan hasil. Ragam air terjun di sisi timur Kabupaten Malang itu dikenal hingga mancanegara.

WIDODO sebenarnya tinggal di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Namun, pria kelahiran 1968 itu tidak bisa lepas dari Kecamatan Jabung.

Sebab dia lahir wilayah tersebut, dan saat ini bekerja sebagai ASN di Kantor Kecamatan Jabung.

Upaya mengembangkan wisata alam pedesaan dilakukan Widodo sejak 2013.

Kala itu dia membaca di berita di surat kabar yang menyebut Kecamatan Jabung meraih juara tiga kompetisi sepak bola antar-kecamatan.

Rasa bangga pun muncul terhadap daerah kelahirannya itu.

”Saat itu tebersit juga bagaimana saya bisa berperan untuk lebih mengenalkan Kecamatan Jabung ke orang luar,” ujarny.

Karena punya hobi bertualang di alam, Widodo pun punya ide untuk ”menjual” wisata alam.

Apalagi Kecamatan Jabung memiliki banyak landscape yang indah.

Perlahan Widodo menyusuri desa-desa di Jabung.

Ternyata dia menemukan puluhan air terjun dengan berbagai keindahan.

Berbagai keindahan itu mudah dijangkau wisatawan lantaran Kecamatan Jabung dekat dengan pintu tol.

Sebenarnya ada tiga desa di Kecamatan Jabung yang menurut Widodo potensi wisatanya bisa dikembangkan.

Yakni Desa Pandansari Lor, Desa Taji, dan Desa Ngadirejo.

Tapi Desa Taji yang sepertinya paling memberikan kesan khusus.

Widodo selalu bersemangat menunjukkan keindahan desa tersebut melalui layar ponsel miliknya.

”Landscapenya sangat bagus. Udaranya juga dingin,” tutur Widodo.

Pengembangan wisata Desa Taji dilakukan Widodo bersama teman-temannya.

Ada yang fokus pembangunan fasilitas dan infrastruktur.

Ada pula yang concern pengembangan sumber daya manusia.

”Kalau saya kebagian fokus pada promosi dan pengembangan SDM,” imbuhnya.

Langkah pertama yang dia lakukan adalah membentuk kelompok sadar wisata atau pokdarwis di desa tersebut.

Setelah itu dipilih potensi wisata alam yang paling memungkinkan dikembangkan lebih dulu.

Selain pemandangan pegunungan, ada empat empat air terjun yang di Desa Taji yang bisa ditawarkan kepada wisatawan.

”Kami juga berdiskusi dengan kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam pengembangan wisata desa.

Akhirnya muncul tambahan destinasi wisata, seperti coffee shop, home stay, hingga pojok UMKM.

Widodo juga merasa perlu menyelaraskan pengembangan desa wisata dengan kesiapan SDM.

Dia lantas memilih beberapa warga yang memiliki semangat berkembang untuk dilatih.

Mereka selalu diikutkan kegiatan bimbingan teknis yang diadakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

Di luar pengembangan SDM, Widodo aktif menggaet wisatawan untuk datang ke Desa Taji.

Mulai dari sebatas tawaran ke teman-teman kantor, instansi lain, hingga melalui media sosial.

Widodo bahkan membuat tagline yang berbunyi Belum ke Jabung kalau belum ke Desa Taji.

”Rano Karno sudah pernah berkunjung ke Desa Taji. Teman-teman dari Kemensos juga sudah ke sana,” ujarnya.

Salah satu momen yang membuatnya bangga terjadi pada 2016.

Kala itu, Desa Taji dikunjungi sekitar 60 wisatawan dari 25 negara.

Widodo pun berperan sebagai koordinator lapangan untuk memastikan tamu dari luar negeri itu aman.

Dari waktu ke waktu, wisata di Desa Taji semakin berkembang.

Sebelum pandemi, kunjungan wisatawan bisa lebih dari 100 orang dalam sehari.

”Memang sempat menurun pads saat terjadi Pandemi Covid-19. Sekarang sudah membaik,” tuturnya.

Widodo juga sadar, menjaga potensi desa wisata membutuhkan generasi penerus.

Dia pun memilih salah satu pemuda di Desa Taji untuk diikutkan dalam ajang pemuda pelopor.

”Sudah sampai pada tingkat nasional. Tentu saya bersyukur bisa menemani proses pemuda itu,” tandasnya. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Desa Taji #Kabupaten Malang #keindahan alam