Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rizky Aditya Arifin, Antarkan 10 Pelari Capai Target di Kompetisi Internasional

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 29 Desember 2023 | 23:00 WIB

Rizky Aditya Arifin dalam perlombaan lari marathon
Rizky Aditya Arifin dalam perlombaan lari marathon

Berkat kemampuan Rizky Aditya Arifin menjadi pacer (pemandu), 10 pelari di ajang Borobudur Marathon 2023, November lalu berhasil mencapai finish sesuai target. Mereka menempuh jarak 42 kilometer dalam waktu kurang dari empat jam.

SETELAH melewati kilometer 30 di ajang Borobudur Marathon (BM) 2023 pada November lalu, memori terkait problem kaki mendadak muncul di kepala Rizky Aditya Arifin. 

Dia was was karena jarak tersebut merupakan batas terjauh long run: 42 kilometer. 

Sebelumnya, dia sempat mengalami kram kaki saat race di Maybank Marathon 2023. 

Di ajang tersebut, pelari asal Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu mengalami kram setelah melewati kilometer 18. 

Akibatnya, dia terpaksa menyelesaikan balapan dengan menahan rasa sakit. 

Padahal jarak yang harus ditempuh masih 21 kilometer lagi. 

Masalah kram juga sempat dia rasakan saat Maybank Marathon di Bali pada 2022 lalu.

Saat itu problem kaki muncul setelah berlari sejauh 9 kilometer.

Kendati was-was, alumnus Universitas Brawijaya tersebut terus berlari. 

Dia menyadari bahwa tugas pacer adalah membantu para peserta menyelesaikan marathon dengan catatan waktu 4 jam. 

”Saya tidak mau mengecewakan,” kata pria yang baru pertama menjadi pacer tersebut. 

Karena itu, dia harus membuang jauh rasa was-was yang hingga di benaknya. 

Dalam waktu bersamaan, dia harus terus memotivasi peserta. 

Rizky yakin mampu finish di full marathon pertamanya itu sesuai target yang diberikan panitia kepadanya.

Lantaran didapuk menjadi pacer, kecepatan Rizky dalam berlari menjadi patokan peserta.

Bagi pelari yang ingin finish di BM 2023 dengan catatan waktu 4 jam, tentu harus mengikutinya.

Itu karena dia sudah dibekali strategi dan persiapan khusus untuk mewujudkan misi tersebut.

Agar waktu tempuhnya pas dan peserta tidak ketinggalan, Rizky berlari dengan kecepatan yang konstan sepanjang full marathon. 

”Saya terus berlari dengan pace sekitar 5:41, apapun kondisi fisiknya,” kata alumni SMKN 4 Malang itu.

Sebagai informasi, pace lari adalah ukuran tempo atau kecepatan lari per-kilometer atau mil.

Misalnya berlari memakan waktu 7 menit 10 detik untuk lari 1 kilometer, itu artinya pacenya adalah 7:10/kilometer. 

Tugas yang cukup kompleks tersebut membuat dia harus menjalani persiapan selama enam pekan. 

Setiap pekan, dia berlari dua kali dengan jarak berbeda-beda. 

Pada pekan pertama persiapan untuk pacer, dia berlari 18 kilometer dan 28 kilometer.

Asupan makanannya juga diperhatikan, termasuk mengoptimalkan water station untuk menjaga cairan. 

”Dehidrasi memperbesar potensi mengalami problem kaki atau kram,” ucap Rizky.

Dengan persiapan matang, fisik kuat dan diperkuat strategi, Rizky berhasil menjalankan tugasnya sebagai pacer. 

Pelari asli Malang itu mampu menempuh jarak 42 kilometer dalam waktu 3 jam, 59 menit, 47 detik. 

Tentu saja, peserta serombongan yang mengikutinya juga berhasil. 

”Alhamdulillah, ada sekitar 10 orang peserta yang berada di rombongan kami,” paparnya. 

Dia merasa momentum tersebut spesial. 

Ada kepuasan tersendiri yang dia rasakan berhasil membantu beberapa peserta mencatatkan waktu finish kurang dari 4 jam. 

Menjadi pacer di event lari Internasional sejatinya bukan sesuatu terbayang dalam pikirannya.

Apalagi dia menjadi satu-satunya arek Malang yang mendapat kesempatan menjalankan tugas sebagai pacer di kategori full marathon. 

Awal mula mendapatkan kesempatan menjadi pacer BM 2023 pada September lalu. 

Tiba-tiba panitia menghubunginya. 

Tentu saja panitia tidak asal. 

Dia sudah mengetahui track record Rizky saat tampil di half marathon Maybank Marathon 2023. 

Saat itu dia finis urutan 13 dari 3490 peserta. 

”Sebelumnya (dipilih menjadi pacer) juga ada tes yang harus saya lalui. Berlari selama 30 menit dengan kecepatan maksimum,” terangnya.  

Rizky mulai berlari sejak 2019 lalu. 

Mulanya iseng. 

Dia memilih lari karena olahraga tersebut bisa dilakukan secara individu. 

Tapi setelah menyalaminya, dia ketagihan. 

Ke depan, dia berkomitmen akan menyeriusi olahraga tersebut. 

Apalagi setelah beberapa kali berhasil naik podium. 

Di antaranya juara 1 Citraland Marathon kategori half marathon pada 11 Desember 2022.

Kemudian pada 17 Desember lalu, dia menyelesaikan lari 10 kilometer di Semarang dengan catatan waktu 36 menit. (*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#borobudur marathon #Rizky Aditya Arifin