Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Raih Banyak Penghargaan, Pernah Bantu Syuting Yowis Ben

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 22 Januari 2024 | 18:56 WIB

 

ACTION: Aipda Nova Hanta  putra (kiri) saat menyutradarai  pembuatan film pendek berjudul  Rebutan gudel pada 2023 lalu  di Kecamatan Kalipare.
ACTION: Aipda Nova Hanta putra (kiri) saat menyutradarai pembuatan film pendek berjudul Rebutan gudel pada 2023 lalu di Kecamatan Kalipare.

Film menjadi wadah bagi Aipda Nova Hanta Putra untuk menyosialisasikan program-program kepolisian. Meski demikian, cerita yang diangkat tidak pernah kaku. Sebagian bernuansa humor, sebagian lagi humanis. 

SEBAGAI personel Satuan Lalu Lintas, tugas yang dijalankan Nova kerap tak mengenal waktu.

Tak terkecuali pada Sabtu kemarin (20/1), dia tetap melaksanakan pekerjaan sebagai Baur SIM Satpas Prototype Satlantas Polres Malang.

Pada hari yang sama dia juga harus menggarap film pendek tentang hak pilih untuk anak muda (mulai usia 17 tahun).

Pembuatan film itu juga merupakan tugas dari pimpinan Nova untuk menyukseskan Pemilu 2024.

”Ceritanya ada dua anak muda menonton video dewasa menggunakan gadget di tepi jalan. Kemudian didatangi polwan dan ditegur. Lalu masuk ke pesan film yang mendorong anak muda itu menggunakan hak pilih karena sudah tergolong dewasa,” ujarnya.

Keaktifan Nova dalam dunia film bermula pada 2017, saat dia masih bertugas di bagian identifikasi Satpas Singosari.

Kala itu dia diminta memberikan ide cara menyosialisasikan kegiatan Operasi Zebra.

Tugas itu terbilang penting karena juga menyangkut penilaian kinerja di bidang sosialisasi.

Yang terpikir saat itu adalah membuat video di Instagram.

Kebetulan pada tahun itu sedang hype film berjudul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss!. Maka Nova membuat seri video Instagram dengan judul Zebra Boss.

Konsepnya adalah sosialisasi tertib berlalu lintas yang dibalut nuansa komedi.

Nova memilih polisi bernama Aipda Lusiyanto sebagai tokoh utama.

Sosok itu dipilih karena mewakili citra polisi zaman dulu yang memiliki badan dan suara lantang.

Citra sosok polisi yang disegani sekaligus ditakuti masyarakat.

Namun di tangan Nova, gambaran sangar itu hilang.

Sosok Lusi menjadi lebih humoris dan ramah.

Apalagi ketika melakukan adegan mengejar pelanggar lalu lintas menggunakan sepeda motor kecil.

Menjadikan penonton film itu senyum-senyum sendiri.

”Waktu itu saya juga melibatkan atlet sepak bola Arema FC Johan Ahmad Alfarizi dan selebgram Kabupaten Malang,” terangnya.

Bisa dibilang, debut Nova dalam pembuatan film berjalan sukses.

Seri sosialisasi itu berjalan sampai 22 episode.

Hingga 2019 dia sudah menghasilkan tiga series film.

Sebagian di antaranya viral dan masuk stasiun televisi nasional.

Video karyanya juga ada yang direpost akun Lambeturah.

Kini, Nova tidak hanya menggarap film yang merupakan tugas dari kepolisian.

Dia juga memproduksi konten untuk iklan.

Peran yang dia jalankan pun makin kompleks.

Mulai dari sutradara, penulis naskah, hingga produser.

Hingga kini dia sudah menghasilkan 11 karya film.

Yang cukup unik, semua itu dilakukan Nova secara otodidak.

”Learning by doing. Saya tidak punya background di perfilman. Semuanya mengalir saja,” sebut Nova.

Karena itu pula, semua karya di awal-awal kariernya tidak disertai skenario tertulis yang matang.

Ide cerita dan skenario baru ada pada hari pengambilan gambar.

Meski demikian, film buatan Nova dan timnya kala itu tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terbukti dengan raihan lima penghargaan dari Korps Bhayangkara.

Tiga seri Zebra Boss meraih penghargaan terbaik 1, 2, dan 3, di level Polres, Polda, dan Mabes Polri antara 2017 sampai 2019.

Film pendek karyanya yang berjudul Maaf Ibu juga menyabet penghargaan juara 3 film terbaik Ditlantas Polda Jatim.

Film itu berisi kisah tentang gagal mudik karena tugas.

Yang tak kalah membanggakan adalah film berjudul Kelangan (Kehilangan).

Melalui film itu, Nova berhasil meraih juara 1 Festival Film Pendek Sespimti Mabes Polri 2023.

Film tersebut menceritakan sosok pria tua dan buta yang sangat membenci polisi.

Pria itu juga trauma akibat kecelakaan lalu lintas yang menewaskan hampir semua keluarganya.

Film Kelangan diproduksi pada saat Nova menjabat Kasubsi Pengolahan Informasi Dokumentasi dan Media (PIDM) Seksi Humas Polres Malang.

Bahkan film tersebut sudah dipasarkan melalui laman streaming rangkai.id dengan harga Rp 1.000 untuk setiap kali pemutaran.

Pengalaman tak terduga datang pada 2019.

Kala itu Nova sedang menggarap seri ketiga Zebra Boss.

Tiba-tiba dia dikunjungi Fajar Nugros yang sedang mengerjakan proyek film Yowis Ben: The Series dan Yowis Ben 3.

Waktu itu ada scene Bayu Skak sebagai tokoh utama yang hendak mengurus SIM.

Lokasinya di Satpas Singosari.

”Saya bisa masuk karena sama-sama garap film juga,” kenang bapak tiga anak itu.

Setelah sharing ilmu perfilman, Nova diajak menjadi kru lokasi di seri yang ditayangkan melalui aplikasi WeTV itu.

”Scene yang seperti di sekolahan itu sebenarnya di Satpas. Kemudian dirombak tim artistik. Lalu yang di Yowis Ben 3 ada scene dan background universitas serta rumah-rumah khas luar negeri. Itu di sekitar PG Kebonagung. Benderanya diubah jadi Amerika,” imbuh Nova.

Saat ini Nova sedang menyosialisasikan film pendek dengan judul Swara Diri.

Film itu menceritakan pemuda yang menjalani kisah asmara toxic, melakukan pelanggaran UU ITE terkait kesusilaan dengan pacarnya, termasuk terlibat dalam kasus narkotika.

Menurut Nova, cerita dalam film yang produksinya didanai Ditreskoba Polda Jatim itu merupakan kisah nyata yang dia peroleh dari direct message (DM) Instagram.

”Jauh sebelum produksi itu ada orang yang DM IG saya dan minta tolong. Pacarnya suka minta video call sex (VCS) dan diduga direkam. Dia tidak berani melapor ke siapa pun, maka dia lari ke saya,” kata dia.

Film tersebut kini sedang di-roadshow keliling Jawa Timur dan mendapat banyak respons positif.

Pesan pencegahan pacaran yang tidak sehat dan menjauhi narkoba tersampaikan dengan baik pada setiap kota yang disambangi.

Di luar karya dan prestasi yang telah dia raih, Nova menilai dunia perfilman itu telah mengubah hidupnya dan orangrang di sekitarnya.

Sebab, film yang dia buat menjadi sarana untuk memberikan informasi bidang kepolisian, pelayanan publik, dan cipta kondisi keamanan ketertiban masyarakat.

”Contoh di kepolisian, Pak Lusi itu, setelah ikut Zebra Boss berubah dari yang sangar jadi senang bercanda dan lebih dekat di masyarakat,” tandasnya. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Aipda Nova Hanta Putra #Raih Banyak Penghargaan