MALANG KOTA - Kasus meninggalnya dua bocah karena tenggelam di Sungai Lo pada Selasa (21/5) membawa duka yang cukup dalam. Sebab, Intan Aqilla Zaina, 8, dan Natasya Ayu Sabrina, 7, dikenal sebagai siswa yang pintar di SDN Madyopuro 3.
Hal itu diungkapkan oleh wali kelas dua bocah tersebut. Misalnya Intan yang pintar dalam matematika dan menggambar. Meskipun masih kelas dua, dia sudah melampaui kemampuan siswa yang lain.
”Saya masih ingat dia kalau menggambar objek pemandangan dan orang, itu paling jago,” kata Yeni Mardianti, wali kelas Intan.
Hal yang sama juga diungkapkan Esti, wali kelas dari Sabrina. Dia mengenal Sabrina sebagai siswa yang pintar dalam hal seni. Bahkan Sabrina juga dinilai mudah untuk bersosialisasi dengan siapa pun.
”Sangat perhatian dan sangat ceria. Seimbang dari seni dan akademiknya. Sosialnya baik dan manut dengan guru,” kenang dia.
Prestasi yang diraih dua bocah itu juga mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana. Pada Selasa malam (21/5), dia datang langsung ke rumah duka yang berada di Jalan Ki Ageng Gribig Gang II, Kedungkandang. Dia ikut doa bersama dengan keluarga mendiang setelah pemakaman.
”Saya ikut berduka cita. Kejadian ini saya harap jangan terulang lagi dan jangan sampai menyalahkan satu pihak,” harap Suwarjana.
Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu juga bakal melakukan sejumlah cara agar kejadian serupa tidak terulang.
Seluruh sekolah di Kota Malang diminta Suwarjana untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait aktivitas bermain. Khususnya ketika sudah berada di luar jam pelajaran dan lingkungan sekolah.
”Dalam waktu dekat mungkin bentuknya melalui sosialisasi saat perkumpulan wali murid akan kami intenskan edukasi untuk lebih menjaga anak,” tegas Suwarjana. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian