Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keren! Guru SMPN 2 Singosari Malang Sabet Medali Emas PON 2024, Pagi-Siang Ajar Matematika, Sore Latihan Paramotor

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 7 September 2024 | 00:00 WIB

EMAS PERTAMA: Ifa Kurniawati turun di cabor paramotor nomor all over precision, 1 September lalu.
EMAS PERTAMA: Ifa Kurniawati turun di cabor paramotor nomor all over precision, 1 September lalu.

Satu medali emas PON telah didapat Ifa Kurniawati. Raihan medalinya masih bisa bertambah.

Ada dua nomor perorangan dan dua nomor tandem yang bakal diikutinya.

IFA Kurniawati sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti wheel launch tandem dihubungi Jawa Pos Radar Malang, kemarin (5/9).

Itu merupakan salah satu lomba di cabang olahraga aerosport paramotor.

Cabang olahraga dengan menggunakan mesin penggerak dan parasut.

Cabang olahraga itu turut dilombakan dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024.

 Lomba wheel launch tandem akan diikuti Ifa bersama rekan atlet lelakinya yang bernama Yajid, hari ini (6/9).

Baca Juga: Sosok Atlet Bola Voli Pantai Kebanggaan PBVSI Kota Malang, Dua Kali Dipasangkan, Dua Kali Raih Juara Pertama

Dalam lomba itu, dia hanya bertugas sebagai penumpang.

Yajid lah yang menjadi pilot.

Di tengah waktu luangnya, Ifa bercerita tentang pengalamannya mengikuti PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Dia sudah berada di Aceh sejak 26 Agustus.

Dan, akan berada di sana sampai 9 September mendatang. Selama 15 hari, Ifa bersama atlet lainnya mengikuti 12 mata lomba.

”Kalau yang saya ikuti mata lomba foot launch putri dan wheel launch tandem,” cerita perempuan berusia 46 tahun itu.

Untuk mata lomba foot launch putri, Ifa berhasil meraih medali emas dengan predikat all over precision, 1 September lalu.

Dalam lomba itu, ada tiga poin yang menjadi penilaiannya.

 Yakni presisi take-off, slow and fast, serta presisi landing.

Ifa mendapat penilaian baik di tiga poin tersebut. Itu cukup membayar kerja kerasnya selama mengikuti perlombaan.

Ya, area lomba yang berlokasi di Bandara Malikussaleh, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara cukup memberinya tantangan.

Kontur perbukitan dan cembung membuat Ifa harus cermat mengatur jalannya paramotor.

 Sempat saat kategori slow and fast, parasut Ifa naik lalu turun.

Namun, akhirnya Ifa menyelesaikan lomba dengan baik.

Baca Juga: Pastikan Usung Abah Anton, PKB Kota Malang Mencari Sosok Pendamping

Dia mencatatkan skor 2.397. Skor tersebut jauh di atas pesaingnya.

Seperti Andi Rizkha Fadillah Malaranggeng dari Jawa Barat yang meraih skor 1.756 dan Zamitah Dea Rhein dari Jawa Timur dengan skor 1.719.

Ifa masih memiliki peluang untuk menambah medali.

Sebab, dalam PON tahun ini dia bermain di tiga nomor perorangan dan dua nomor tandem.

 Capaian Ifa dalam PON tidak lepas dari latihan rutin yang dilakukannya sejak Januari 2024.

Latihan biasanya dilakukan saat hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Untuk latihan pada akhir pekan, Ifa memilih lokasi Pantai Mayangan di Probolinggo atau Pantai Modangan di Kabupaten Malang.

 ”Tapi sehari-hari saya tetap berlatih. Biasanya setelah mengajar pukul tiga sore ke atas saya latihan di belakang Samsat Singosari,” kata perempuan yang sudah menjadi guru di SMP Negeri 2 Singosari sejak 2005 itu.

Latihan paramotor dia lakukan dengan menggunakan alat dari KONI. Satu alat memiliki berat 20 kilogram.

Meski berat, tapi Ifa sudah terbiasa. Itu karena dia sudah rutin berlatih dan menjadi atlet paramotor sejak awal 2023.

 Dulu, Ifa enggan menekuni paramotor karena beratnya alat.

Itu berbeda dengan saat dirinya menekuni paralayang.

Namun, anak kedelapan dari 10 bersaudara itu perlahan beralih dari paralayang ke paramotor karena di Jawa Timur jumlah atlet paramotor, terutama yang perempuan, masih minim.

Saat ini jumlahnya hanya dua orang.

Baca Juga: Sabet Juara Piala AFF-U19, Sosok Jens Raven Banjir Pujian

Selain menjadi kader baru di cabor paramotor Jawa Timur, Ifa juga menyesuaikan diri dengan kariernya saat ini.

Karena sudah dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Ifa harus pandaipandai mengatur waktu.

Berbeda saat masih menjadi guru tidak tetap (GTT), yang memungkinkan dia izin ke pihak sekolah saat hendak mengikuti perlombaan.

Selama menekuni paramotor, Ifa turut menghadapi beberapa tantangan.

Misalnya saja baling-baling yang pecah, parasut yang nyerimpet, hingga cedera di bagian lutut.

 Saat ini, meski dikenal sebagai atlet paramotor, Ifa juga tetap menekuni paralayang.

 ”Saya sekarang jadi asisten atau tingkat tiga di paralayang. Jadi tetap bantu-bantu pelatih,” sebutnya.

Tak jarang, setelah ikut melatih paralayang, Ifa langsung berangkat menuju tempat latihan paramotor. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Olahraga #Ifa Kurniawati #SMPN 2 #singosari malang #PON #Aerosport