Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arek Malang Ini Kreator Spesialis Konten Militer selama 1 Dekade, Begini Kiprahnya Produksi Film dan Video Profile

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 08:00 WIB
Rerta Maximiliano, Arek Sawojajar Malang, sutradara dan produser, berfoto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat masih Wadan Pussenif
Rerta Maximiliano, Arek Sawojajar Malang, sutradara dan produser, berfoto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat masih Wadan Pussenif

MALANG - Nama Rerta Maximiliano sudah terkenal di kalangan militer Indonesia sebagai produser konten dan film.

Rerta yang Arek Sawojajar Malang itu telah banyak memproduksi konten militer untuk jajaran TNI.

Seniman, sutradara sekaligus produser tersebut sudah 1 dekade menjadi kreator bagi film-film dan konten militer.

“Saya merintis profesi saya sejak tahun 2010, hingga saat ini. Tetapi, pertemuan pertama dengan TNI terjadi pada Februari 2014,” kata Rerta, Sabtu (5/10).

FEBRUARI, 2014, PERTEMUAN PERTAMA DENGAN TNI

Erupsi Gunung kelud menjadi momen Rerta kali pertama berjumpa dan bekerjasama dengan TNI khususnya TNI AD.

Saat itu dia menerima permintaan membuat video dokumenter tentang penanganan bencana erupsi Gunung Kelud oleh TNI AD.

Hasil produksi video milik Rerta ditunjukkan langsung kepada Presiden RI saat itu Susilo Bambang Yudhoyono.

Di situ, sarjana komunikasi tersebut menjumpai sosok-sosok petinggi TNI.

“Saya bertemu dengan Pangkostrad era itu Letjen TNI Gatot Nurmantyo, Pangdivif 2 Kostrad era itu Mayjen TNI Agus Kriswanto, dan beberapa Asisten Kostrad era itu,” kata pria yang juga magister komunikasi tersebut.

Antara lain Asisten Teritorial Divif2 Kostrad era itu Kolonel Inf Joko Hadi yang saat ini (2024) sudah menyandang pangkat Mayjen TNI sebagai Aster Kasad.

LATGAB TNI, 2014

Sukses membantu Kostrad dalam momen penanganan erupsi Gunung Kelud, Rerta dilibatkan kembali dalam ajang Latihan Gabungan TNI 2014.

Dalam event itu dia menerima tugas membuat video dokumenter tentang latihan militer dari 3 matra, darat, laut, udara.

Pada moment itu Rerta berkesempatan berjumpa dengan para komandan satuan dari pangkat mayor senior, letkol, hingga kolonel pada kala itu.

Momen tersebut adalah kesempatan Rerta bisa merekam dan menyutradarai secara langsung produksi konten yang menunjukkan kekuatan personil dan alutsista TNI.

“Ini menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa dan tidak semua orang bisa mendapatkan pengalaman ini,” jelasnya.

PERJALANAN 2015-2018

Selama tahun 2015 sampai 2018 Rerta menerima kepercayaan dari Mabes TNI dan Mabesad untuk membantu pembuatan konten kreatif.

Terutama, dalam meningkatkan citra positif satuan militer seperti Kostrad, Kopassus, Kodam, Paspampres serta beberapa lembaga pendidikan militer.

Rerta pun mulai mengunjungi veberapa satuan TNI di luar Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Maluku, hingga Papua.

“Di matra udara kami juga beberapa kali dilibatkan dalam pembuatan dokumenter latihan. Misalnya menembak malam pesawat tempur Super Tucano, aeroseeding oleh pesawat Casa, serta air dropping bersama pesawat Hercules,” tandas bapak satu anak itu.

AARM 2019

Pada tahun 2019, Rerta terlibat sebagai tim multimedia kreatif khusus ASEAN Armies Rifle Meet.

Danpussenif era itu Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso menunjuk Rerta secara langsung.

Ajang lomba menembak tingkat ASEAN itu menjadi sebuah pengalaman luar biasa bagi Rerta.

Karena dia diberikan tugas bagaimana membuat media desain untuk menghias lapangan tembak Pusdik Infanteri di Cipatat agar memiliki kualitas rasa internasional.

Serta membuat berbagai konten kreatif untuk menghibur para delegasi dan tamu-tamu VVIP dari berbagai negara se-ASEAN.

“Dalam event ini, setiap malamnya saya sering berdiskusi dan membahas evaluasi kegiatan bersama Wadan Pussenif kala itu Brigjen TNI Agus Subiyanto yang saat ini telah menjadi Panglima TNI,” terangnya.

GARUDA SHIELD 2021 & SUPER GARUDA SHIELD 2022

TNI AD memiliki salah satu program latihan bersama militer negara lain.

Salah satunya yang terbesar adalah  Latihan Bersama dengan tentara Amerika atau US Army dalam ajang Garuda Shield.

“Sebenarnya saya pernah terlibat di tahun 2015. Hanya yang lebih menantang, saya terpanggil dan dipercaya oleh Kasad saat itu Jenderal TNI Andika Perkasa untuk membuat film dokumenter secara ekslusif tentang kegiatan Latma Garuda Shield 2021,” ujarnya.

Event itu sukses.

Hasil film karya Rerta juga mendapat pujian Andika Perkasa.

Saat Andika naik menjadi Panglima TNI di tahun 2022, Rerta secara resmi dipilih kembali untuk membuat seluruh episode film dokumenter Super Garuda Shield 2022.

Titik lokasi produksi filmnya tersebar di Baturaja, Amborawang, Dabo Singkep, Batam hingga Palembang.

“Bersyukur kami mampu melaksanakan tugas dengan baik dan maksimal sehingga mendapat apresiasi yang positif dari Panglima TNI saat itu Jenderal TNI Andika Perkasa,” tambahnya.

Kedekatan Rerta dengan jajaran TNI mulai dari jenderal hingga tamtama
Kedekatan Rerta dengan jajaran TNI mulai dari jenderal hingga tamtama

PERJALANAN 2023-SEKARANG

Rerta merasa karya dan upayanya dalam bidang multimedia selama 10 tahun adalah sebuah bentuk rasa cinta dan kebanggaannya terhadap TNI.

Selama 10 tahun, dia mengenal dan bersahabat dengan siapapun dari TNI.

“Saat ini ada yang sudah menjadi Jenderal, Kolonel, Letkol, Mayor, Kapten, Bintara, Tamtama, apapun latar belakang, jabatan atau pangkat mereka, mereka yang saya kenal adalah sahabat-sahabat saya,” tuturnya.

Dia berterimakasih atas persahabatan yang terjalin 10 tahun terakhir.

“Saya akan terus membantu dan berkarya untuk TNI tercinta. Dirgahayu ke 79 TNI,” tutupnya.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Militer #Arek Malang #TNI #video profile #kreator konten #film