Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Malang Punya Hacker Baik? Begini Perjalanan Vipkas Al Hadid Firdaus Jadi Konsultan Cyber Security dan Ethical Hacker

Bayu Mulya Putra • Selasa, 19 November 2024 | 21:09 WIB
Vipkas mendampingi salah satu anggota TNI yang mengikuti materi ilmu forensik digital di Malang Creative Center (MCC), 11 November lalu.
Vipkas mendampingi salah satu anggota TNI yang mengikuti materi ilmu forensik digital di Malang Creative Center (MCC), 11 November lalu.

ANDIKA SATRIA PERDANA

Vipkas Al Hadid Firdaus biasa mengawali pekan dengan mengajar di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Setiap Senin, dia mengisi kelas sesuai keahliannya, cyber security dan ethical hacker pada pukul 09.00 WIB. 

Vipkas pun menceritakan pengalaman sebagai konsultan cyber security dan ethical hacker atau white hacker kepada Jawa Pos Radar Malang. 

Perjalanannya bermula pada 2011, saat dia mulai tertarik pada bidang cyber security atau pengamanan digital. 

Meski latar belakang pendidikannya sebagai sarjana teknik elektro, dia punya keinginan besar untuk mempelajari ilmu teknologi informasi. 

Hingga pada 2014 Vipkas diterima di ITB. 

Dia mengikuti pendidikan magister jurusan rekayasa dan manajemen keamanan informasi. 

Dari situ lah karier pria kelahiran 1991 itu menjadi cyber security dan ethical hacker dimulai.

Cyber security lebih luas dibanding ethical hacker. Kalau cyber security bisa sebagai konsultan keamanan sistem website, HP atau laptop dan aplikasi,” terang Vipkas. 

Sedangkan ethical hacker bekerja sebagai penguji sistem. 

Pekerjaan itu tetap mendapat izin untuk membobol sistem dan mencuri data. 

”Jadi kalau ethical hacker menyerang secara legal. Memang sengaja untuk menguji, biasanya disebut pentest (penetration test). Setelah kami coba serang, ternyata ada celah, itu yang akan ditutup dengan perbaikan sistem,” jelas pria kelahiran Jombang itu. 

Kemampuan Vipkas di bidang ethical hacker sudah mendapat pengakuan. 

Dia sudah mengantongi sertifikat yang diakui internasional pada 2022 lalu. 

Yaitu Certified Ethical Hacker (CEH) yang dikeluarkan ECCouncil, perusahaan sertifikasi yang berbasis di Amerika Serikat. 

Sertifikat itu membuat Vipkas semakin nyaman menjadi salah satu konsultan cyber security di perusahaan terkenal, yakni Digital Solusi Grup. 

Kantornya berada di Jakarta dan Malang. 

Memiliki klien seperti Mitsubishi, Reliance, Wings Group, dan sejumlah lembaga pemerintahan. 

”Kalau paling susah selama bekerja sebagai konsultan biasanya menangani perbankan. Biasanya kami mengantisipasi serangan dalam bentuk malware dan phishing,” tutur Vipkas. 

Malware merupakan serangan dengan perangkat lunak yang bertujuan merusak sistem komputer atau server. 

Itu biasanya terjadi saat pengguna piranti lunak tidak sengaja mengklik website, aplikasi, atau layanan streaming. 

Yang ternyata telah disusupi hacker dengan beberapa jenis malware, seperti ransomware atau spyware

Sedangkan phising merupakan kejahatan siber yang bertujuan mendapat informasi pribadi seseorang. 

Seperti informasi rekening bank atau akun mobile banking

”Pernah saat tes phishing, ada pihak ketiga yang menyusup. Ada beberapa data akun e-wallet yang hilang, tapi kami berhasil mengembalikannya,” beber Vipkas. 

Bagi Vipkas dunia cyber security ibarat seni. 

Sebab, tak ada pola tertentu untuk menghadapi serangan atau problem. 

”Masalah yang kami hadapi itu sangat bervariasi, butuh banyak teknik. Tidak satu serangan selalu solusinya sama, butuh gabungan teknik juga,” imbuh pria yang berdomisili di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tersebut. 

Meski tak menghasilkan profit, serangan hacker kepada lembaga pendidikan masif terjadi. 

Seperti di Polinema, serangan yang banyak dilakukan yakni promosi judi online (judol). 

Biasanya, iklan judol menyusup agar bisa terpampang di website kampus. 

”Mereka menarget (website) kampus karena trafficnya tinggi. Meskipun tidak berbahaya, serangan promosi ilegal itu cukup masif dan bertubi tubi,” ucap Vipkas. 

Serangan promosi judol juga tak pernah berhenti. 

Meski sudah dihapus, di lain waktu bakal muncul lagi. 

Karena itu perlu pembersihan secara berkala. 

”Kalau yang dihapus permanen, ada sampai 30 iklan. Masih banyak lainnya yang hanya diblokir sementara,” ujar dosen Teknik Informatika tersebut. 

Untuk penuntasan satu iklan judol, dia biasanya membutuhkan waktu hingga delapan jam. 

Selain itu, juga butuh tenaga pendukung yang cukup banyak. 

Bila dia sendirian, tentu bakal kewalahan. 

Dengan sederet pengalaman dan kini bergabung di Digital Solusi Grup, Vipkas sering diundang menjadi pemateri tentang dunia hacker.

Seperti dilakukan 11 November lalu. 

Bertempat di Malang Creative Center (MCC), dia mendampingi 23 anggota TNI yang juga Mahasiswa D4 Rekayasa Keamanan Siber Politeknik Angkatan Darat (Poltekad). 

Mereka semua mempelajari ilmu forensik digital. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#cyber security #malang #ethical hacker