Gaya American realistic style menjadi ciri khas Admira Wijaya.
Mayoritas karyanya bertema superhero.
Setiap detail dari gambarnya menandakan bahwa dia bukan orang baru di dunia tersebut.
”Saya berkecimpung di dunia seni ini hampir 20 tahun,” terang dia kepada Jawa Pos Radar Malang, Minggu lalu (15/12) lalu.
Di awal kariernya sebagai digital illustrator, Anto, sapaan akrabnya, sempat membuka studio sendiri di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Itu berjalan selama tiga tahun.
Namun sejak 2017 lalu, dia memilih tinggal di Pulau Bali.
Itu berlangsung hingga kini.
Sebenarnya, dunia yang saat ini dia geluti berbanding terbalik dengan cita citanya.
Semasa muda, Anto ingin menjadi seorang sutradara.
Itu mengapa dirinya mengambil Jurusan Sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 1998 lalu.
”Lulus kuliah saya malah kerja di advertising agency di Jakarta,” kisah dia.
Saat itu, tak terlintas dalam benaknya untuk menggambar di komputer.
Sebab, awalnya hobi menggambarnya hanya disalurkan di media kertas.
Hingga dia mulai belajar menggambar secara digital pada 2008 lalu.
Dari hobi suka nonton film, Anto awalnya membuat ilustrasi komik.
Namun dari situlah, job mulai berdatangan kepadanya.
Ilustrasi komik dengan gaya realis yang dia buat ternyata menarik banyak perhatian.
Hingga akhirnya di mulai mencoba membuat karakter superhero.
Seperti Wonder Woman, Cat Woman, Batman, Superman, dan Captain Amerika.
Karakterkarakter superhero itulah yang membuat karyanya semakin dikenal luas.
Ciri khas yang paling menonjol dari setiap karya Anto adalah perpaduan warna yang dibuat serealistis mungkin.
Baca Juga: Film Women From Rote Island Dapat Dukungan Penuh untuk Maju Mewakili Indonesia di Piala Oscar 2025
Karakter itulah yang dilirik klienklien dari luar negeri.
Hingga akhirnya dia berkesempatan untuk mengerjakan project pertamanya membuat trading card di Amerika.
Anto juga punya kesempatan memperdalam ilmunya di sana selama satu tahun.
”Dari sana, mulai berdatangan job dari perusahaan besar seperti Marvel pada tahun 2012 lalu,” kata pria kelahiran 1976 itu.
Dia juga berkesempatan menjadi illustrator character salah satu film Marvel, yakni Superman: Man of Steel.
Dalam project itu, Anto diminta untuk membuat ilustrasi beberapa pose tokoh film Superman yang diperankan Henry Cavill.
Pada 2015m Anto kembali terlibat dalam pembuatan film Marvel.
Saat itu, dia ditunjuk sebagai illustrator character di film Sçuperman vs Batman.
Kolaborasinya dengan Marvel terus berlanjut.
Tahun 2017 lalu, Anto dipercaya untuk menjadi illustrator beberapa merchandise hasil kolaborasi Marvel Studios.
Misalnya, pada project pengerjaan jam tangan Citizen Custom Watch by Marvel.
”Beberapa project lainnya seperti membuat ilustrasi komersil untuk dipajang di gedung,” tutur Anto.
Ada satu proyeknya yang paling berkesan hingga kini.
Yakni saat dia membuat fanart Harley Quinn tahun 2017 lalu.
Karyanya itu sempat dilirik Prime 1 Studio, salah satu perusahaan besar asal Jepang yang memproduksi beberapa action figure berukuran besar.
”Saat itu gambar Harley Quinn dibeli ribuan dolar untuk dijadikan statue,” cerita dia.
Patung berukuran hampir satu meter itu dikirim langsung ke rumahnya sebagai hadiah.
Beratnya mencapai 22,5 kilogram.
Selain job-job besar yang dia kerjakan, kini Anto juga aktif menerima tawaran dari klien mancanegara.
Seperti Amerika, Jerman, Kanada, dan beberapa negara lain.
Mayoritas proyeknya yakni pembuatan cover untuk novel dan film.
Dalam sebulan, dia bisa mengerjakan proyek dari tiga sampai empat klien.
Ke depan, Anto ingin memproduksi Intellectual Property (IP) sendiri.
Seperti menciptakan karakterkarakter baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Selain itu, dia juga ingin membuka beberapa kursus di SNAW Studio miliknya di Denpasar, Bali.
”Niatnya untuk membantu generasi muda agar bisa berkarya kelas dunia,” tandas pria berusia 48 tahun itu. (*/by)
Editor : Yudistira Satya Wira WicaksanaSumber : Radar Malang