Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Pernah Patok Tarif, Sempat Jadi Opener di Event Fashion

Bayu Mulya Putra • Rabu, 30 April 2025 | 17:47 WIB
SERING KOLABORASI: Hariyanto (kanan) berpose bersama model asal Nigeria Big Dashing untuk katalog Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang Chapter di Espace Photostudio Malang, 2023 lalu.
SERING KOLABORASI: Hariyanto (kanan) berpose bersama model asal Nigeria Big Dashing untuk katalog Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang Chapter di Espace Photostudio Malang, 2023 lalu.

RAMBUT putih panjangnya tampak diikat.

Dengan begitu, Hariyanto bisa lebih leluasa merangkai potongan kayu menjadi sebuah meja.

”(Meja) ini pesanan dari tetangga,” terang dia saat ditemui di kediamannya, di Jalan Sanan Gang VIII B, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Senin sore (28/4).

Mbah Hari, sapaan akrabnya, memang terkenal sebagai tukang bangunan di kawasan rumahnya.

Setiap hari dia bekerja serabutan untuk menghasilkan uang.

Misalnya mengecat rumah, membuat perabotan, hingga memperbaiki ledeng.

Pekerjaan itu sudah dia jalani sejak 22 tahun silam.

Rutinitasnya menjadi lebih beragam ketika pada 2020 lalu dia bertemu seorang fotografer.

Postur tubuh dan gaya unik Mbah Hari memikat fotografer dari Kota Malang itu.

Dari sana lah, pria kelahiran 1968 tersebut mulai diajak untuk menjadi model foto konseptual.

”Awalnya juga bingung karena belum pernah. Wong saya hanya lulusan SMP,” ujarnya.

Sejak muda, dia memang gemar memanjangkan rambut.

Kebiasaan rambut itu keterusan hingga saat ini.

Hal itu pula yang membawanya ke peran baru sebagai seorang model.

Mulanya, pose Mbah Hari cukup kaku.

Bahkan, dia mengakui jika sebelumnya tidak begitu suka difoto.

Namun, berkat arahan dari fotografer, kini dia mulai lihai berpose di depan kamera.

Rambut gondrong dengan karakter wajah khas Jawa menjadi objek langganan fotografer dengan tematema unik.

Mulai dari foto di tengah hutan, air terjun, kafe hingga studio pernah dia lakoni.

”Lumayan juga bisa jalan-jalan sambil cari pengalaman baru,” tuturnya.

Mbah Hari tak mematok tarif kepada fotografer yang ingin mengajaknya foto.

Sebab, pengalaman baru dan terus belajar sudah menjadi nilai yang lebih baginya.

Karena itu, bayarannya untuk sesi pemotretan cukup fluktuatif.

Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta.

Konsep yang ditawarkan kepada Mbah Hari terbilang unik.

Dengan karakternya yang kuat, dia sering diajak berfoto dengan konsep mistis dan etnik.

Berbagai macam model pakaian pernah dia coba.

Mulai dari model rumahan, etnik hingga mengenakan gaun desain salah satu designer terkenal dari Jawa Tengah.

Kini, fotografer yang ingin memotretnya tak hanya berasal dari Malang Raya.

Mbah Hari sering dihubungi jika ada wisatawan asing yang ingin mengabadikan foto khas orang Indonesia.

Wisatawan asal China, Amerika, dan Singapura pernah mengajaknya.

”Dulu juga sempat berpose dengan model asal Nigeria,” ceritanya.

Meski banyak permintaan, pria yang kini berusia 57 tahun itu tak meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai tukang bangunan.

”Kalau foto tidak bisa mendadak, harus (pas) saya longgar dulu. Biasanya fotografer juga menyesuaikan, paling tiga bulan sekali atau dua kali,” papar dia.

Selain menjadi model foto, dia juga pernah mendapat kepercayaan menjadi opener dalam event Malang Fashion Week 2024 lalu.

Tawaran itu dia eksekusi dengan baik.

Beberapa hari sebelum tampil, dia intens belajar tampil di atas catwalk.

Hasilnya, apresiasi dari penonton bisa dia dapatkan.

Meski kini dikenal sebagai seorang model, Mbah Hari tak pernah melakukan perawatan khusus untuk rambutnya.

Hanya beberapa kali dia memotong ujung rambutnya yang bercabang atau rusak.

Kini rambutnya juga kian menipis karena kerap rontok.

”Mungkin faktor usia jadi sudah tidak sekuat dulu,” ujar pria asli Kelurahan Rampal Celaket itu sembari tertawa.

Mbah Hari mengaku sangat bersyukur dengan pekerjaan dan perannya saat ini.

Apalagi, banyak fotografer yang berhasil memenangkan lomba berkat memotret dirinya.

Tak hanya situs lokal, namun juga situs luar negeri seperti Swedia.

”Tentu keberkahan bukan hanya untuk saya, namun juga orang lain,” pungkasnya. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#Mbah Hari #model #Kota Malang #malang #tukang bangunan #Tarif