Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepak Terjang Rahmat Setiabudi Mengukir Prestasi di Cabor Lari

Aditya Novrian • Rabu, 13 Agustus 2025 | 16:55 WIB

KETAT: Rahmat Setiabudi (kiri) bersaing dengan pelari asal Kenya pada ajang Maybank Marathon 2023 lalu. Dia kini langganan juara di lomba lari tingkat nasional maupun internasional.
KETAT: Rahmat Setiabudi (kiri) bersaing dengan pelari asal Kenya pada ajang Maybank Marathon 2023 lalu. Dia kini langganan juara di lomba lari tingkat nasional maupun internasional.

Awal Latihan Nangis karena Dipaksa, Kini Langganan Juara

Dari yang dulu membenci lari, Rahmat Setiabudi kini menjadi salah satu pelari nasional yang disegani. Prestasinya sudah menembus podium ajang internasional dan bahkan bersaing ketat dengan pelari Kenya. Kini dia punya target ambisius, yakni meraih emas di PON NTB 2028.

MIMPI Rahmat Setiabudi sebenarnya bukan menjadi pelari. Seperti anak kecil pada umumnya, dia bercita-cita menjadi pesepak bola. Orang tuanya yang mendorong Budi menekuni cabang olahraga atletik.

Bermula dari bangku sekolah dasar, Budi terlebih dahulu mengikuti SSB (Sekolah Sepak Bola). Di samping itu, dia juga mendapatkan pelatihan mandiri dari sang ayah, Musiamin. Latihan yang diberikan adalah lari jarak jauh.

”Kebetulan ayah saya atlet lari jarak jauh nasional. Pernah ikut SEA Games di Vietnam tahun 2023," ujar Budi. Mulanya, pemuda asal Kecamatan Wajak itu sangat terpaksa menuruti kemauan ayahnya. Tak jarang dia menangis saat latihan.

Kadang juga Budi nekat bersembunyi ketika diajak latihan lari. Saat itu, berlari adalah momok yang kejam baginya. "Sampai trauma pas latihan dulu, janji ayah saya hanya dekat. Tetapi diputar sampai berkilo-kilo," kenang dia.

Meskipun hatinya tidak ikhlas, Budi tetap menekuni latihan lari, di samping juga sesekali main sepak bola. Hingga akhirnya ada satu masa, semuanya berubah. Yakni ketika Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Malang tahun 2013.

Saat itu Budi baru menginjak 15 tahun dan duduk di kelas dua SMP. Dia turun pada nomor lari 5.000 meter. Lawan di Porkab tak sembarangan, karena peraturan U-23, Budi harus melawan anak SMA hingga perguruan tinggi.

Berkat latihan keras, akhirnya membuat pemuda lulusan SMPN 1 Wajak itu keluar menjadi juara satu. Kemudian di tahun yang sama, Budi mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Pada event pertama skala provinsi, dia hanya menduduki peringkat kedelapan.

”Setelah porprov, tahun 2014 saya ditawari masuk ke SMA olahraga di Sidoarjo. Tanpa pikir panjang saya setuju dan bersekolah di sana," terang Budi. Kemampuan dia diasah lebih tajam pada sekolah khusus olahraga itu. Tahun 2015, Budi kembali mengikuti ajang Porprov Jatim.

Dari posisi ke delapan, dia melesat menjadi posisi kedua atau mendapatkan medali perak. Ini merupakan ajang porprov terakhir. Karena tahun-tahun berikutnya Budi sudah mengikuti latihan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Yang menarik untuk kejuaraan PON, pemuda penghobi game itu tak turun di lari 5.000 meter. Berdasar keputusan pelatih, Budi mengikuti nomor lari halang rintang 3.000 meter. Pada PON Papua 2021 lalu, dia berada di urutan kedelapan.

Kemudian pada PON Medan-Aceh tahun 2024 lalu, posisinya meningkat menjadi peringkat ke empat. Dia masih berambisi meraih podium pada PON NTB tahun 2028 mendatang. ”Kalau kejuaraan resmi saya fokusnya di lari halang rintang. Kalau event nasional non resmi masih ikut lari jarak jauh, 5 kilometer, 10 kilometer dan half marathon," jelasnya.

Mulai tahun 2019, Budi aktif mengikuti event lari non-resmi. Pada Maybank Marathon 2023, dia menduduki posisi kedua. Turun di 10 kilometer, Budi mencatatkan waktu 31 menit 51 detik. Dengan pace atau kecepatan rata-rata 3,1. Artinya hanya membutuhkan tiga menit untuk menempuh jarak 1 kilometer.

Maybank Marathon menjadi salah satu event paling spesial baginya. Karena Budi harus bersaing dengan pelari asal Kenya. Peringkat pertama, peringkat ketiga, peringkat ke empat semuanya diraih pelari Kenya. Menjadi satu-satunya pelari lokal yang naik podium.

Sebagai informasi, Kenya merupakan negara penghasil atlet lari jarak jauh yang terkemuka. Pemegang rekor marathon pada Olimpiade adalah atlet asal Kenya. Yaitu Eliud Kipchoge. Sebagai manusia pertama yang menyelesaikan marathon di bawah dua jam.

”Ada motivasi lebih karena harus melawan orang asing, saya membuktikan pelari lokal juga bisa bersaing. Akhirnya dengan juara satu selisih 15 detik," ungkap Budi. Event lain yang tak terlupakan adalah Pocari Sweat Run tahun 2024. Di ajang itu, Budi berkompetisi dengan atlet legendadis Indonesia Agus Prayogo.

Agus Prayogo merupakan peraih dua kali medali emas SEA Games di nomor maraton dan empat emas di nomor 10.000 meter. Pada ajang Pocari Sweat Run, Budi masih harus mengakui keunggulan Agus Prayogo. Dia berada di urutan kedua.

Untuk meraih prestasi itu, latihan keras dilakukan Budi setiap hari. Minimal dia menempuh jarak 16 kilometer setiap hari. Latihan paling berat, dalam satu hari harus menempuh 31 kilometer.

Alumnus IKIP Budi Utomo Malang itu juga pernah melakoni latihan dari Wajak hingga Lapangan Rampal, jaraknya sekitar 16 kilometer. Kemudian Wajak ke Bandara Abdurahman Saleh dengan jarak tempuh 31 kilometer. Saat ini Budi sedang bersiap mengikuti ajang maraton internasional. Paling dekat di Sydney, Australia bulan ini. Kemudian pada bulan Oktober di Chicago, Amerika Serikat.

”Alhamdulillah bisa mengikuti ajang internasional karena dukungan sponsor MS Glow Men dan Salon Pas. Saya target di ajang marathon pertama bisa 2 jam 40 menit," kata Budi. Selain sebagai pelari, dia saat ini menjalani aktivitas sebagai influencer.

Pengikutnya di Instagram mencapai 51,5 ribu akun. Sedangkan di TikTok mencapai 48,9 ribu akun. Jumlah pengikut yang cukup besar ini membuat dia sebagai Brand Ambassador beberapa merek ternama. Mulai MS Glow, sepatu lari Hoka, dan jam olahraga Coros. (*/adn) 

Editor : A. Nugroho
#cabor lari #setiabudi #Rahmat #PON