Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

M. Lukman Hakim Jadi Jujukan Studi Banding Sekolah dari Sumatera hingga Papua

Mahmudan • Rabu, 5 November 2025 | 20:17 WIB
SANG PENDIDIK: M. Lukman Hakim mengantarkan SMK PGRI 3 Malang meraih berbagai prestasi
SANG PENDIDIK: M. Lukman Hakim mengantarkan SMK PGRI 3 Malang meraih berbagai prestasi

SEJAK kali pertama menjabat kepala sekolah (Kasek), M. Lukman Hakim bisa memenuhi pagu setiap tahunnya. Yakni 1.200-1.500 siswa setiap tahun pelajaran. Pada 2017, sekolahnya pun dinobatkan menjadi sekolah dengan peserta didik terbanyak oleh Kemendikbud (kini Kemendikdasmen) RI.

”Setiap tahun kami merasakan kompetitifnya untuk mendapatkan murid. Namun kami terus berbenah. Hingga sekolah-sekolah dari luar pulau, seperti Sumatera dan Papua studi banding ke sekolah kami,” ucap pria berusia 50 tahun itu.

Sehingga banyak program di sekolahnya yang diduplikasi sekolah lain. Termasuk inovatif dan critical thinking maupun pembelajaran mendalam.

Saat pandemi Covid-19, dia masih bisa mempertahankan animo masyarakat, meskipun ada penurunan jumlah siswa. Sebab pada masa itu, kondisi perekonomian maupun kesehatan masyarakat mayoritas menurun. Namun tren jumlah siswa yang masuk ke SKARIGA mulai positif lagi hingga sekarang.

“Kami terus membuat program di SKARIGA bukan pengulangan, melainkan hal-hal menarik yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk peningkatan pelayanan itu terus kami lakukan,” kata dia. Misalnya menerapkan sekolah anti-bullying dan ramah terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Seperti menyediakan jalur khusus dan pelayanan konseling kepada ABK.

Animo masyarakat yang tinggi menjadikan Lukman terus berupaya memberi balasan setimpal. Di antaranya menerapkan pembelajaran yang menyenangkan serta mengantarkan peserta didiknya supaya mampu meraih prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

“Kami setiap tahun menargetkan 400 prestasi apa pun bentuknya. Ini sebenarnya tidak banyak, karena siswa kami ada sekitar 2.700. Kalau bisa ditingkatkan terus,” ucap alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Semua akomodasi untuk lomba dibiayai oleh sekolah. Baik di dalam kota maupun luar kota. Bahkan hingga ke luar negeri. “Sebagai contoh, Jawa Timur juara LKS (Lomba Kompetensi Siswa) berturut-turut. SMK PGRI 3 Malang penyumbang emas terbesar,” imbuhnya.

Padahal, saat awal mengikuti LKS sekitar 2011 lalu, ketika Lukman masih menjadi humas, sekolahnya sempat direndahkan. Sebab, merupakan sekolah swasta yang dianggap belum memiliki prestasi. Hal itu malah dijadikan motivasi supaya sekolah semakin mendidik siswa-siswinya untuk meraih prestasi dalam ajang LKS tersebut. Hingga akhirnya bisa mendapat medali emas dan membuktikan bahwa sekolahnya layak bersaing dengan sekolah-sekolah lain. 

“Sejak itu, prestasi kami di LKS selalu bagus. Alhamdulillah pada 2016, kami satu-satunya sekolah yang bisa membawa 15 medali emas,” kata pria kelahiran Banyuwangi tersebut.

Prestasi tersebut terus berkembang hingga kini. Bahkan, setiap ada LKS, sekolahnya dipercaya sebagai pengumpul emas, baik tingkat provinsi maupun nasional. Terbaru, dia berhasil mengantarkan peserta didiknya meraih emas di bidang Robot Manufacturing System (RMS) dan perak di bidang industrial kontrol dalam ajang LKS nasional 2025. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#Kasek #Anti Bullying #UMM #abk