Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak MM CA CMA, WR II UM yang Mengabdikan Diri untuk Mendidik

Galih R Prasetyo • Rabu, 19 November 2025 | 21:05 WIB
Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak MM CA CMA
Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak MM CA CMA

Telaten Bina 54 Keluarga Eks Anak Jalanan

AKTIVITAS Wakil Rektor II Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Puji Handayati SE MM Ak CA CMA tidak sekadar disibukkan urusan kampus. Tiap pekan, wanita asal Pasuruan itu masih rutin mengunjungi Kampung Topeng Desaku Menanti di Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang.

Di sana, sebanyak 54 keluarga menantinya untuk mendapat bimbingan berkreasi dan belajar memanajemen uang serta kehidupan.

Itu menjadikan 54 warga yang dulu punya latar belakang sebagai anak jalanan perlahan bangkit. Mengubah jalan hidupnya. Kini menjadikan tempat tinggalnya sebagai kampung kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Pada tahun 2017, Puji aktif mengajar 7.500 kepala desa di seluruh Jawa Timur tentang pengelolaan keuangan.

SILAHTURAHMI: Prof Dr Puji Handayati mengunjungi Kampung Topeng Desaku Menanti di Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, beberapa waktu lalu.
SILAHTURAHMI: Prof Dr Puji Handayati mengunjungi Kampung Topeng Desaku Menanti di Dusun Baran Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, dia juga memberi bimbingan terkait pengelolaan uang kepada sekretaris desa dan bendahara desa tanpa dipungut biaya. Salah satu tujuannya melakukan kegiatan itu sebagai program agar perangkat desa bisa mengelola dana desa dengan baik.

Jiwa mendidik atau mengajar Puji tumbuh sejak duduk bangku kuliah. Setelah lulus dari Universitas Brawijaya (UB) pada 1998, dia langsung mengawali karier menjadi asisten dosen. ”Karena semangat mengajar semakin membara, saya sampai mengajar di beberapa kampus langsung,” ujar Puji.

Di antaranya, Universitas Wisnuwardhana, IKIP Malang, UMM, hingga kampus ABM. Lantas pada tahun 2003, Puji menetapkan hati untuk menjadikan UM sebagai tempat mengembangkan karier.

Pendidikan S2 ditempuhnya selama 18 bulan saja. Perempuan yang menekuni bidang akuntansi itu bahkan bisa lulus S3 di usia 31 tahun. Menjadikan kariernya semakin lancar hingga saat ini bisa menjalankan tugas sebagai WR II UM sekaligus Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Komisariat Malang Raya.

Sepak terjangnya yang penuh prestasi itu tak lepas dari didikan sang ayah. Puji yang merupakan anak seorang tentara, sejak kecil diajarkan untuk disiplin dan punya tanggung jawab dengan bidang ditekuni. Saudara-saudaranya yang mayoritas laki-laki, membuat mentalnya kuat alias tidak cengeng.

”Pada Waktu SMA, saya dimasukkan ke pesantren Karangasem di Paciran, Lamongan,” paparnya. Dari situ Puji banyak belajar cara bergaul dengan macam-macam latar belakang orang. Selama di pesantren itu, dirinya ditempa bersama 800 santri putri lain mulai pukul 03.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Latar belakang didikan ala militer dari orang tua dan pembelajaran penuh toleransi di pesantren yang membentuk Puji menjadi sehebat saat ini. Meski begitu, dia tidak pernah menanggalkan jiwa sebagai ibu rumah tangga yang selalu menyayangi keluarga. Karena itu dalam padatnya aktivitas, selalu berusaha meluangkan waktu berkumpul dengan suami atau anak. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
#iai #um #UB #malang