Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Singgih Kharisma Aristyawan, Sosok di Balik Berkembangnya Tomoland

Aditya Novrian • Rabu, 26 November 2025 | 18:24 WIB

 

Singgih Kharisma Aristyawan, Sosok di Balik Berkembangnya Tomoland
Singgih Kharisma Aristyawan, Sosok di Balik Berkembangnya Tomoland

Nama Singgih Kharisma Aristyawan mungkin belum banyak dikenal publik. Namun dalam tiga tahun terakhir, pengusaha muda berusia 39 tahun itu berhasil membawa usaha propertinya, Tomoland, menjadi salah satu pemain besar rumah kost di Kota Malang. Di balik kesuksesan bisnisnya, Singgih tetap memegang komitmen untuk berbagi melalui jalur pendidikan.

 

SINGGIH tumbuh di Karangploso dan menyaksikan sendiri bagaimana banyak anak di lingkungan masa kecilnya terkendala biaya sekolah. Pengalaman itu membekas hingga akhirnya keluarga Singgih mendirikan SD dan SMP Kartika di Kecamatan Dampit. Yang menarik, sekolah tersebut menerapkan sistem SPP seikhlasnya, sementara sebagian biaya operasional ditopang dari laba usaha properti Tomoland.

Semangat itu merupakan warisan dari sang ayah, Ir Utomo, yang mengajarkan pentingnya memuliakan orang lain. Bahkan nama Tomoland sendiri diambil dari nama beliau. ”Sejak kecil ayah mengajarkan kami untuk selalu memberi manfaat, termasuk kepada pelanggan perumahan,” ujar Singgih.

Tak hanya pendidikan formal, keluarga Singgih juga membina jamaah pengajian Roudhotul Muttaqin di Karangploso. Rutinitas pengajian yang dihadiri warga setempat membutuhkan konsumsi dan biaya operasional, dan sebagian besar ditanggung dari keuntungan bisnis Tomoland. Bagi Singgih, rezeki usaha tak boleh berhenti di meja perusahaan.

Ilmu mengelola properti memang diwariskan langsung dari sang ayah. Bersama dua saudaranya, Singgih mengembangkan Tomoland hingga tumbuh pesat. Walau baru beroperasi resmi tiga tahun, Singgih sendiri sudah lama berkecimpung di dunia properti. Hasilnya, Tomoland kini menjadi kompleks rumah kost terbesar di Kota Malang.

Ajaran ayahnya juga diterapkan dalam cara Tomoland berinteraksi dengan masyarakat. Ia mencontohkan saat mulai mengembangkan kawasan di Joyogrand. Kondisi jalan menuju perumahan kala itu masih terjal dan belum teraspal.

”Kami sisihkan dana untuk membantu warga mengaspal jalan,” ujarnya. Bagi Singgih, membangun komunikasi baik dengan tetangga adalah bagian penting dari keberlanjutan usaha. Kehadiran kompleks kost itu pun kini ikut menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui berbagai kebutuhan penghuni.

Di atas semua itu, ada satu nilai yang paling dipegang Singgih: kejujuran. Ia percaya kepercayaan pelanggan adalah nyawa dari bisnis properti.

”Sesulit apa pun kondisi pengembang, kita harus tetap membersamai user. Untung atau rugi, yang penting kita bisa menepati janji,” pesan Singgih mengingat kembali nasihat ayahnya.

Komitmen itu pula yang ia jadikan fondasi dalam membangun Tomoland. Usaha modern yang tetap berpijak pada nilai keluarga dan kepedulian sosial. (aff/adn)

Editor : Aditya Novrian
#tomoland #Kota Malang #pengusaha muda #pendidikan #kost