Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menilik Perjalanan Bayu Skak, Pria Asli Malang di Balik Kesuksesan Film Sekawan Limo 2

Hawwa Aulia Nur • Senin, 6 Juli 2026 | 09:45 WIB
Bayu Skak tampil di Gala Premiere film Sekawan Limo 2. (Sumber: Instagram/@moektito).
Bayu Skak tampil di Gala Premiere film Sekawan Limo 2. (Sumber: Instagram/@moektito).

Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih mencetak rekor penonton tertinggi di Box Office Indonesia. Per tanggal 4 Juli 2026 kemarin, film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih berhasil meraih tayangan yang menembus 2.111.183 penonton. Film ber-genre horror komedi ini sukses menghibur dan mencuri perhatian publik. 

Namun, dibalik suksesnya film Sekawan Limo 2, ada perjalanan panjang seorang pria asli Malang yang berhasil memberikan nuansa baru di dunia per-filman. Sosok tersebut adalah Bayu Eko Moektito atau  Bayu  Skak. 

Baca Juga: Film Garapan Bayu Skak Tembus Satu Juta Penonton dalam Seminggu: Tunjang Industri Film Indonesia

Bayu Skak adalah nama panggung yang diciptakan oleh Bayu saat ia masih menempuh pendidikan di SMK Negeri 4 Malang. Di bangku SMK tersebut Bayu dan empat temannya menciptakan grup komedi bernama SKAK yang merupakan singkatan dari ”Sekumpulan Arek Kesel”. 

Dari grup komedi ini Bayu mulai memulai langkahnya di dunia konten. Perjalanan Bayu dimulai dengan menjadi seorang Youtuber di tahun 2009. Ia membuat konten komedi bertema keseharian masyarakat Jawa Timur di Youtube, yang ternyata diminati oleh masyarakat dan membuatnya dikenal oleh banyak orang.

Setelah menggeluti dunia konten kreator di Youtube, Bayu mendapatkan kesempatan untuk berperan di film komedi Marmut Merah Jambu di tahun 2014, yang membawanya berperan di sejumlah film komedi lain.  

Pengalaman Bayu memerankan karakter di perfilman pada akhirnya mengantar Bayu untuk menjadi tokoh utama sekaligus menjadi sutradara di film Yowis Ben bersama Fajar Nugros. Melalui proses itulah akhirnya Bayu dapat memproduksi film komedi berjudul Lara Ati, Sekawan Limo, hingga Sekawan Limo 2:Gunung Klawih yang saat ini ramai di tonton di bioskop. 

Baca Juga: Film Sekawan Limo 2 Diprediksi Dongkrak Kunjungan Wisata ke Kabupaten Malang, Ini Penjelasannya

Perjalanan Bayu tidak semulus itu. Sebelum berhasil memproduksi film Yowis Ben, ide untuk membuat film berbahasa Jawa 100 persen  ini sempat mendapatkan penolakan berulang kali dari banyak Production House.

"Dulu awal bikin cerita saya nggak dipercaya sama produser-produser. Apa ini pake bahasa jawa sampai akhirnya diterima oleh Starvision ini," Ujar Bayu (Minggu, 25/2/2018). (Dilansir dari Tribun News).

Perjalanan Bayu Skak yang sukses memsutradarai film-film luar biasa tersebut dapat menjadi bahan inspirasi bagi para anak muda. Bayu menunjukkan bahwa meskipun dengan membawa budaya lokal, karyanya masih tetap dapat dinikmati masyarakat dan sukses di dunia hiburan tanah air.

Editor : Aditya Novrian
#Sekawan Limo 2 #malang #bayu skak #box office