Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pakistani Vibe di Malang, Rasakan Atmosfernya pada Punjab Restaurant

Editor : Hendarmono Al S. • Senin, 14 September 2020 | 02:05 WIB
Semua menu yang disajikan di Punjab Restaurant merupakan resep dan cita rasa otentik khas Pakistan turun temurun dari keluarga. (Istimewa)
Semua menu yang disajikan di Punjab Restaurant merupakan resep dan cita rasa otentik khas Pakistan turun temurun dari keluarga. (Istimewa)
MALANG KOTA - Belum pernah ke India atau Pakistan, atau sudah pernah ke sana namun rindu dengan kulinernya? Nggak bisa kesana karena pandemi? Jangan khawatir. Karena cukup di Malang saja, Anda bisa merasakan atmosfer dan vibe Pakistan.

Punjab Restaurant yang berlokasi di Jalan Syarif Al Qodri atau Embong Arab, menyajikan kuliner khas Pakistan dengan cita rasa asli negara indah tersebut. Menu paling terkenal dari masakan İndia adalah Nasi Biryani.

Terbuat dari beras basmati yang dimasak dengan beragam rempah khas timur tengah. Misalnya cengkeh, kayu manis, kapulaga, jinten, dan dilengkapi garam masala. Garam masala adalah bumbu khas India atau Pakistan yang berisi lebih dari 10 rempah. Dinikmati dengan chicken tandoori. Ayam rempah bumbu merah dan dibakar.

Tidak hanya itu, chapli kabab atau kebab khas Pakistan juga patut untuk dicoba. Terbuat dari daging sapi atau kambing pilihan yang digiling dan dicampur demgan bawang bombay, irisan tomat serta rempah pilihan. Dibentuk layaknya patty burger. Digoreng dengan sedikit minyak dan api sedang. Rasanya? Jangan diragukan lagi. Tasty dan juicy serta full of rempah pastinya.

Naan, aloo kari, chicken karahi, dan chicken tikka juga perlu dicoba? Apa itu? Yuk kenalan satu persatu. Naan adalah roti khas Pakistan terbuat dari tepung terigu yang dimasak dengan cara dibakar. Sedangkan aloo kari merupakan kari kentang, aloo adalah kentang dalam Bahasa İndia, Pakistan atau Nepal. Kentang dimasak dengan bumbu kari khas berasa juara.

Photo
Photo
Chicken tikka, tampilannya seperti sate dengan bumbu merah dan dicocol di yoghurt serta bumbu bawang putih dan cabai hijau. (Istimewa)

Chicken karahi adalah ayam dengan bumbu kuning berempah tanpa santan. Bumbunya meresap ke dalam daging. Dipadu dengan rasa strong dari rempah dan pedas yang mild. Cara makannya, naan dicocol ke aloo kari atau kuah chicken karahi.

Selanjutnya, adalah chicken tikka. Tampilannya seperti sate dengan bumbu merah dan dicocol di yoghurt serta bumbu bawang putih dan cabai hijau. Tikka dalam bahasa Pakistan adalah tusuk.

Setelah puas makan semua makanan gurih dan berempah itu, saatnya menyantap kudapan manis sebagai penutupnya. Gulap jamun adalah salah satu dessert yang direkomendasikan.

Terbuat dari bola susu dan berkuah campuran madu yang manis. Bagi penikmat manis, sajian ini sangat memanjakan lidah.

Semua masakan ini, dimasak dengan resep dan pengolahannya pun langsung dengan cara Pakistan. Pemasaknya tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik usaha, İsrath Ali Khan. Dia adalah orang Pakistan asli yang sudah tinggal belasan tahun di Indonesia.

Laki-laki yang akrab disapa Alex ini menjelaskan, semua menu yang disajikan merupakan resep dan cita rasa otentik khas Pakistan. "Resep turun temurun dari keluarga saya. Semua anak laki-laki Pakistan jika menjadi perantau pasti bisa masak," kata Alex dengan bahasa Indonesia yang lancar, didampingi oleh adik kandungnya, Sujat Ali Khan, Minggu (13/9).

Alex menjelaskan, semua masakan yang disajikan halal dan terbuat dari bahan pilihan. "Halal semua, jadi jangan ragu makan di tempat kami," kata dia meyakinkan.

Restoran ini buka setiap hari. Mulai pukul 10.00 hingga pukul 09.00 malam. Harga yang ditawarkan sangat ramah kantong, dengan rasa premium. Mulai dari Rp 5 ribu. Satu porsi nasi biryani dengan porsi mengenyangkan hanya Rp 18 ribu.

Rasa yang nikmat dari restoran ini sudah tidak diragukan lagi. Sudah tidak terhitung pelanggan yang selalu repeat order. Misalnya saja El Afzali, asal Afghanistan yang datang bersama dengan kekasihnya, Elvi Triani.

"Rasanya enak, saya suka taste otentik khas Timur Tengah," kata mahasiswa satu kampus di Malang ini dengan bahasa Inggris. "Saya suka rasanya, semua suka. Walau masakan Pakistan tapi cocok dengan lidah Indonesia saya. Dan yang pasti halal," timpal Elvi. Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Punjab Restaurant #Embong Arab #Pakistani Vibe #RMO #Jalan Syarif Al Qodri