Hal menarik dari kafe ini, es krim yang dijual di Griya Eskimo ini adalah es krim lawas dengan resep kuno jaman Belanda. Tidak hanya itu, aneka kue yang dijual di sini juga merupakan resep klasik khas Belanda. Menu bernama Éclair ini menjadi andalan Griya Eskimo dan banyak dicari pembeli.
Éclair adalah kue sus dengan isian vla dan dibalur coklat di atasnya. Tidak hanya menggunakan resep jadul, yang membuat kue ini berbeda dari éclair lainnya adalah cara pembuatan vla yang masih manual. Yakni diaduk selama 1,5 jam.
”Putu Belanda juga banyak yang suka, sama-sama ada isian vla, tapi berbeda dengan éclair karena Putu Belanda ini di oven,” ujar Fachriz Subakti, salah satu karyawan di Griya Eskimo.
Putu Belanda atau juga dikenal dengan roselio ini memiliki campuran kismis dan potongan buah peach dalam isian vlanya. Nyatanya, kue-kue klasik Belanda ini masih banyak peminatnya.
Tidak hanya dari kalangan usia tua, namun juga remaja dan dewasa. ”Sebelumnya ada yang ke sini lalu cerita kalau dia dulu pernah ke sini saat anaknya masih kecil, sekarang anaknya sudah kuliah, kangen dengan es krim dan kue di sini,” ujar Fachriz.
Tidak hanya kue-kuenya, peminat es krim eskimo juga tidak kalah banyak. Menariknya dari es krim ini adalah bentuknya yang sederhana yakni potongan persegi panjang serta varian menu khas Belanda. Di antara adalah luchee, cassata, nougat, krokant, tutti frutti choklat, serta pezzi duri.
Penulis: Arlita Ulya Kusuma Editor : Shuvia Rahma