Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makin Lengkap, Museum Tubuh Tambah Satu Zona Baru

Editor : Hendarmono Al S. • Minggu, 18 Oktober 2020 | 17:31 WIB
Zona pencernaan melengkapi 16 zona yang ada di Museum Tubuh.Di zona ini pengunjung bisa berinteraksi dari mulai mulut saat mengunyah sampai dengan spot perosotan yang menunjukkan keluarnya feses. (Ulfa Afrian/Radar Batu)
Zona pencernaan melengkapi 16 zona yang ada di Museum Tubuh.Di zona ini pengunjung bisa berinteraksi dari mulai mulut saat mengunyah sampai dengan spot perosotan yang menunjukkan keluarnya feses. (Ulfa Afrian/Radar Batu)
KOTA BATU - Zona pencernaan kini melengkapi destinasi wisata Museum Tubuh, Kota Batu. Spot baru tersebut baru dilaunching bersamaan dengan pembukaan kembali (reopening) di masa new normal pada awal Oktober lalu.

Asisten Operasional Manajer Museum Tubuh Sanita Retno Wati mengatakan, tujuan penambahan zona baru ini tentunya untuk melengkapi zona yang ada di Museum Tubuh.

Seperti diketahui, Museum Tubuh yang berada di naungan Jatim Park Group dan bersebelahan dengan JTP 1 itu memang menyuguhkan wisata berbasis edukasi tentang anatomi tubuh. “Sekarang sudah lengkap, dengan adanya zona pencernaan, secara keseluruhan ada 16 zona di Museum Tubuh,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, 16 zona di Museum Tubuh ini antara lain zona gigi, zona telinga, zona hidung, zona mata, zona otak, zona ruang aktifitas 1, zona jantung , zona paru-paru, zona hati, zona ginjal, zona ruang aktivitas 2, zona tiga dimensi, zona sistem imun, dan yang lainnya.
“Yang terbaru zona pencernaan, yang mana lebih interaktif daripada yang lainnya,” papar Nita, sapaan karib Sanita Retno Wati.

Lantaran, di zona pencernaan, dia menjelaskan, pengunjung bisa interaksi dari mulai mulut saat mengunyah sampai dengan spot perosotan yang menunjukkan keluarnya feses. “Pengunjung bisa interaktif memasukan bola kecil pada spot mulut ternganga, hingga bisa bermain perosotan seolah-olah menjadi feses yang akan dikeluarkan,”terangnya.

Dia juga menyampaikan, sejauh ini, segmentasi destinasi wisata yang luasannya sekitar 1 hektar itu memang menyasar pelajar. “Jadi dulu memang banyaknya rombongan anak sekolah rekreasi, karena memang berbasis edukasi,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan adanya zona baru ini, setidaknya bisa lebih memanjakan wisatawan yang datang pada destinasi wisata yang berbentuk relief tubuh manusia dengan karakter bagong tersebut.


Pewarta : Ulfa Afrian Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Kota Batu #museum tubuh #zona pencernaan #RMOC #ulf