Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Intim dengan Kopi di Kopi Tugu Malang Batos

Shuvia Rahma • Selasa, 9 Maret 2021 | 18:45 WIB
Tak cuma minum kopi. Di Kopi Tugu Malang, pengunjung juga bisa bertanya sejarah perkopian di Indonesia. (Nugraha / Radar Malang)
Tak cuma minum kopi. Di Kopi Tugu Malang, pengunjung juga bisa bertanya sejarah perkopian di Indonesia. (Nugraha / Radar Malang)
KOTA BATU - Kopi Tugu Malang terus mengedukasi masyarakat tentang kopi. Saat ini wong Batu bisa mengunjungi stan yang ada di Batu Town Square (Batos). Pengunjung bisa melihat display jenis biji kopi atau greenbean, hasil roasting (sangrai) kopi, bubuk kopi hingga menjadi minuman.

Owner Kopi Tugu Malang, Arie Aripin mengatakan, pihaknya memiliki misi untuk mengembangkan minuman kopi di Jawa Timur dan seluruh Indonesia. Dia ingin anak muda di tengah pandemi Covid-19 memiliki semangat berkreatifitas melalui dunia kopi.

"Jangan sampai pemuda itu menunggu bantuan dari pemerintah, harus bisa bangkit," katanya.

Brand Kopi Tugu Malang merupakan simbol untuk mempersatukan kopi di Malang Raya. Di stan dengan panjang 9 meter dan lebar 4 meter, pengunjung juga bisa mendapatkan histori tentang kopi.

"Kami juga menjelaskan bagaimana sejarah awal kopi di Nusantara, itu ditanam di Jakarta Timur tepatnya di daerah Pondok Kopi oleh bangsa Belanda," katanya.

Pria yang akrab disapa Arie ini mengungkapkan di Kopi Tugu Malang, pengunjung juga bisa belajar menyeduh kopi dan menjadi barista profesional tanpa membayar. "Di masa pandemi adalah waktu yang tepat untuk lebih kreatif dan terus berkarya. Kopi Tugu juga menjadi tempat ngopi atau coffee time yang inspiratif dan bermanfaat," katanya. Bagi pengunjung yang ingin kesana bisa sejak pukul 09.00 WIB - 22.00 WIB.

Selain itu, di sini anak muda juga bisa menjadi entrepreneurship. Caranya dengan menjadi reseller yaitu menjual bubuk kopi. "Apalagi Kota Batu ini banyak villa dan hotel, ketika menjadi reseller bisa menawarkan ke tempat-tempat itu sehingga UMKM ini maju," katanya.

Lalu, Special Blend Coffee menjadi andalan dari Kopi Tugu Malang. Dengan mencampurkan tiga varian jenis kopi dari Dampit, Lereng Arjuna dan Kawah Ijen. Lebih spesialnya lagi, ada Kopi Batu Apel dengan menyaring hasil Special Blend Coffee menggunakan Apel Batu. "Rasanya pasti fruity banget dengan sistem V60 manual brew, kami juga memiliki menu lainnya ada Kopjum atau Kopi Malam Jumat," katanya.

Kopjum sendiri menggunakan air kelapa muda. Dan dipercaya bisa untuk menambah stamina tubuh karena pengaruh dari air kelapa bermanfaat sebagai detoksifikasi. "Penggunaan biji kopi kami juga memakai biji kopi lanang atau biji kopi yang bulat, tidak pecah bentuknya," katanya.

Untuk antusias pengunjung, pada soft opening Minggu (7/3) lalu menurutnya bagus. Sebanyak 127 cup habis dalam sehari dibeli. Seperti anak muda yang mengantarkan orangtuanya berbelanja seringkali Coffee Time di tempatnya. Di sini pengunjung bisa menikmati minum kopi hitam dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu.

"Untuk kopi susu menggunakan gula aren dan sirup apel harganya Rp 20 ribu," kayanya.

Selain di Kota Batu, Kopi Tugu Malang juga ada di daerah Sawojajar, tepatnya di Jl Maninjau Raya. Bahkan dia memiliki brand minuman kopi di kota lainnya seperti Jakarta dinamakan Jakarta Coffee, lalu di Semarang ada Kopi Tugu Muda. Dia berharap dengan apa yang dilakukannya dapat terus melestarikan budaya kopi di Indonesia.



Pewarta: Nugraha Editor : Shuvia Rahma
#Kopi #mall di batu #kopi tugu maang #kuliner malang #kuliner batu