Salah satunya adalah Desa Pandesari, Kecamatan Pujon yang meluncurkan Wisata Taman Sayur Jumat (30/12). “Dengan pembukaan Wisata Taman Sayur ini menjadi penutup launching 10 Desa Berdaya di Kabupaten Malang,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Meftahol Fauzi.
Sesuai namanya, Wisata Taman Sayur mengandalkan tanaman sayur untuk daya tarik wisata. Sayur-sayuran khas Pujon ditanam sedemikian rupa sehingga membentuk taman. Lokasi wisata berada tepat di Dusun Gesingan. Fauzi menyebut, Desa Berdaya adalah jawaban bagi pemulihan ekonomi desa pasca gempuran pandemi. “Desa Berdaya bertujuan memulihkan dan memperkuat perekonomian desa.
Dengan cara mengembangkan desa tematik melalui economic branding. Kehadiran Wisata Taman Sayur ini mempertegas status desa mandiri dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya desa untuk mewujudkan desa berdaya. Dengan adanya Wisata Taman Sayur, potensi Dusun Gesingan akan lebih terkelola dan dapat diketahui masyarakat luas.
Tema Wisata Taman Sayur dipilih karena mata pencaharian masyarakat. Sebagian besar warga Dusun Gesingan adalah petani sayur. Sayuran konsumsi seperti kubis dan kol tampak ditata berjajar seperti taman. Di sisi lain, bunga juga ditanam di lokasi wisata tersebut. Tersedia jalan setapak di sekeliling jajaran tanaman sayur. Fauzi menyebut, Desa Berdaya tahun 2022 memakan dana Rp 100 juta per desa. Sehingga, total 10 desa adalah Rp 1 miliar. Dia berharap tahun 2023 mendatang, Kabupaten Malang bisa menerima program Desa Berdaya lagi.
“Tahun depan ada lagi. Tetapi kami belum tahu berapa desa di Kabupaten Malang yang terima dari provinsi. Ini adalah dana stimulan Bantuan Keuangan Khusus (BKK. Diharapkan ada kelanjutan dan kelestarian program BKK seperti Desa Berdaya. Terutama, peran serta Pemkab dan Pemdes untuk dapat meneruskan kesejahteraan ikon desa berdaya,” tutupnya.(fin/nay) Editor : Mardi Sampurno