Destinasi wisata kampung ini juga menjadi warga lebih produktif dengan hadirnya tempat wisata yang dirintis Karang Taruna Dusun Arjomulyo itu.
Dirintis sejak tahun 2020, kemunculan Tanaka Waterfall awalnya memang untuk memberi kegiatan bagi pemuda-pemudi yang belum bekerja.
"Waktu awal-awal pandemi, banyak anak muda yang menganggur.
Jadi, daripada tidak melakukan apa-apa, kami mengusulkan untuk membentuk tempat wisata ini," ujar perancang wisata Tanaka Waterfall Lestari Sudarmono.
|Baca Juga :
Rekomendasi Tempat Romantis di Malang, Sajikan View dari Ketinggian
Sehingga, seluruh pengelola dan petugasnya juga dari Dusun Arjomulyo.
Menurutnya, dengan melibatkan warga Arjomulyo, hal itu bisa mengurangi pengangguran dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Karena ada banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Mulai dari berjualan makanan dan oleh-oleh, menjaga parkir dan tiket masuk hingga penyewaan ban.
Sudarmono menambahkan, dari sekitar 500 KK warga Arjumulyo, sekitar 40 persennya ikut dilibatkan menjadi relawan.
Mereka bertugas dengan sistem rolling (piket) per satu minggu. ”Setiap harinya, rata-rata ada 6 hingga 10 relawan yang piket di Tanaka,” tambahnya.
|Baca Juga :
Disparbud Gelontorkan Rp 729 Juta untuk Kembangkan Desa Wisata
Semakin hari, tempat tersebut semakin banyak dikunjungi wisatawan. Jumlah pengunjungnya sekitar 100 orang saat hari kerja dan bisa meningkat menjadi 500 hingga 600 orang di akhir pekan.
Jumlah pekerja juga semakin banyak. Terlebih, saat ini sedang ada pembangunan tambahan atraksi wisata. Yakni kolam ikan koi.
"Tahun ini, kami juga merencanakan penambahan kafe di dekat gazebo dan kolam renang untuk anak-anak dan dewasa.
Spot untuk foto-foto juga akan kami tambahan untuk meningkatkan daya tarik pengunjung," ujar pria yang juga Koordinator Pengembangan Wisata Tanaka Waterfall itu. (yun/nay) Editor : Ahmad Yani