MALANG - Berkunjung ke Malang, kurang lengkap jika kamu belum mendatangi acara budaya yang digelar tahunan.
Kesenian budaya adalah kegiatan yang tidak bisa kamu lewatkan ketika berada di Malang.
Berikut adalah 5 rekomendasi acara budaya tahunan di Malang.
1.Festival Lawang Kota Tua
Baru dua tahun terakhir diselenggarakan, acara ini sudah bisa menarik simpati warga Malang. Biasanya bertempat di area pujasera Lawang, Kabupaten Malang.
Para pengunjung akan disuguhkan dengan peninggalan bangunan kuno yang ada di Lawang. Bangunan berupa tempat tinggal, kantor, tempat ibadah, dan fasilitas publik.
Tak hanya memberi kesan mendalam kepada pengunjung, anda juga bisa menikmati atraksi seni budaya dan aneka kuliner khas Malang.
Tidak ketinggalan juga, pameran foto Kota Tua Tempo Doeloe dan Parade Lintas Enthic.
2.Festival 1 Suro Kawi
Jika kamu sedang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Ngajum, maka cobalah datang ke festival tahunan 1 Suro Gunung Kawi.
Festival ini biasa diadakan pada 1 Suro atau 1 Muharram tiap tahunnya. Ritual ini melibatkan 14 Rukun Warga (RW) mulai dari Terminal Wonosari hingga sampai di area Makam Gunung Kawi.
Acara tersebut menampilkan ogoh-ogoh dengan beraneka tema. Nah, pada acara puncak, satu ogoh-ogoh berwujud buto yang menunggangi singa dibakar di area Makam Eyang Djugo dan RM Imam Soedjono.
3.Jalanidhipuja
Acara budaya tahunan Malang ini berhubungan erat dengan salah satu agama di Indonesia. Upacara ini bernama upacara Jalanidhipuja yang digelar oleh umat Hindu.
Upacara ini digelar menjelang tahun baru saka alias Nyepi. Untuk tempat acaranya sendiri, digelar di Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Acara ini bertujuan untuk mengharapkan kehidupan setahun ke depan diberi kelancaran dan keberkahan dari Tuhan.
Sebagai simbol kelancaran dan keberkahan, upacara ini selalu dilakukan di air. Bahkan, puncak acaranya adalah prosesi larung yang berisi sesaji.
Isi dari sesaji tersebut berupa buah, sayur dan aneka hasil bumi lainnya. Kumpulan sesaji dilepas ke laut oleh pemuda dan laki-laki umat hindu.
4.Malang Flower Festival
Malang Flower Carnival merupakan salah satu acara yang sudah terlaksana sejak tahun 2008. Tujuannya sendiri untuk meningkatan kunjungan wisatawan ke kota Malang.
Malang Flower Carnival ini biasa digelar di Jalan Simpang Balapan atau di sekitar Jalan Ijen.
Acara ini adalah parade karnaval yang menampilkan berbagai kostum bertemakan bunga. Hiasan yang digunakan minimal 75 persennya terbuat dari bahan daur ulang.
Acara ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.
5.Upacara Karo Ngadas
Upacara Karo adalah ritual kedaerahan yang digelar di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Ritual berlangsung selama 15 hari mulai tanggal 7 Karo. Biasanya, masyarakat adat memakai baju baru saat melakukan upacara Karo ini.
Pengunjung bisa melihat berbagai kegiatan kesenian budaya lokal, kuliner, dan tradisi ritual. Semisal tumpeng gede, sesanti, doa petren, kauman, hingga ritual sadranan.
Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Tengger. Upacara ritual dipimpin oleh seorang tetua yang dipercayai masyarakat desa.(*/fin)
(Dani Permana/Ilmu Komunikasi/Semester 6/Universitas Muhammadyah Jember) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana