Layaknya namanya, “boon” yang berarti anugerah dalam bahasa Inggris, dan “pring” dalam bahasa Jawa berarti bambu, Boonpring adalah surga bambu.
Sekitar 115 jenis pohon bambu tumbuh di sini.
Boonpring disebut sebagai ekowisata dan eduwisata karena di sini wisatawan dapat mempelajari macam-macam pohon bambu yang ada sembari menikmati pemandangan alamnya.
Ekowisata yang memiliki luas sekitar 42 hektar ini juga menghadirkan telaga hijau yang menjadi daya tarik utama dari wisata ini.
Boonpring Sabet Penghargaan dari Hasil Pengelolaan Warga
Wisata yang terletak di kaki Gunung Semeru ini dahulunya hanyalah hutan bambu yang lebat.
Warga biasanya memanfaatkan hasil bambunya untuk kebutuhan rumah tangga, entah itu sebagai pelindung rumah maupun bahan baku furniture rumah.
Pesona Boonpring sebenarnya sudah dinikmati warga sejak dahulu tepatnya tahun 2014, objek wisata ini mulai sering dikunjungi oleh warga lokal di waktu hari libur besar keagamaan.
Sampailah di tahun 2017, melalui bantuan dana desa, BUMDes Kertoraharjo membangun objek wisata Sumber Andeman atau Taman Wisata Andeman yang kini dikenal dengan nama Boonpring.
Kelompok Sadar Wisata (Pordakwis), BUMDes, Karang Taruna, dan warga desa Sanankerto terus menerus melakukan perkembangan pada ekowisata Boopring ini.
Baca Juga: Daftar Kafe Unik di Malang berdasarkan Google Reviews, Wajib Dicoba
Bersama-sama mereka membangun sarana prasarana agar wisata ini semakin mantap.
Lembaga Imu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga membantu BUMDes dalam mengembangkan varietas bambu.
Suntikan dana yang dihabiskan selama tiga tahun pembangunan (2017 – 2019) mencapai Rp10 Miliar.
Sejak itu, wisata Boonpring semakin tren dan dikunjungi ratusan wisatawan setiap harinya.
Pada tahun 2020, Boonpring bahkan masuk dalam nominasi ekowisata terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) award 2020.
Sayangnya, kala pandemi tiba wisata ini ditutup sementara dan beberapa kerusakan menjadi tak terhindarkan.
Walau begitu, Pordakwis dan pihak-pihak terkait bahu membahu menata kembali ekowisata ini.
Sampai di tahun 2022, Boonpring menyabet penghargaan The 5th ASEAN Rural Development and Property Eradication (RDPE) Leadership Award.
Aneka Daya Tarik Wisata Boonpring
Saat tiba di sini, kamu pasti akan langsung terpana dengan kecantikan danau Boonpring, ia begitu hijau.
Nah, untuk menikmati keindahannya, kamu bisa menaiki wahana air di sini.
Ada getek, perahu diesel, perahu kayu, dan balon air.
Getek menjadi wahana yang paling diminati karena terbilang unik bagi wisatawan.
Baca Juga: Menariknya Kafe Melayu di Malang, Bisa Buat Nugas Sambil Sarapan
Tak hanya di danau, kamu juga bisa menaiki wahana seru lainnya di sekitar hutan bambu, seperti menaiki ATV dan Flying fox.
Kalau hendak bersantai, kamu juga bisa menyusuri hutan bambu dengan menaiki kuda atau sepeda.
Wahananya cukup lengkap bukan?
Ekowisata Boonpring juga menyediakan kolam renang yang mengasyikan, anak-anak bisa bermain di sini.
Kolam renangnya pun cukup luas dan memiliki air yang jernih dengan fasilitas gazebo di sekitarnya.
Ekowisata Boonpring sudah pasti menawarkan pesona hutan bambu yang rimbun.
Latar bambu yang hijau dan rimbun seperti di China ini akan menambah keindahan swafotomu.
Kecantikan danau dan spot foto lainnya juga jangan sampai kamu lewatkan yaa!
Hal menarik lainnya dari Boonpring adalah kehadiran enam mata airnya yang kental dengan mitos.
Keenam mata air tersebut adalah Sumber Adem, Sumber Towo, Sumber Gatel, Sumber Maron, Sumber Krecek, dan Sumber Seger.
Sumber Towo misalnya, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Boonpring tak ada habisnya dengan inovasi dan pengembangan.
Di sini ada ekowisata keanekaragaman hayati baru yaitu Fish edupark.
Pengunjung dapat melihat dan mempelajari ikan endemik seperti ikan koi, ikan koki, ikan guppy, ikan komet, dan ikan cupang.
Anak-anak pasti akan senang mempelajarinya!
Baca Juga: 3 Kafe Viral di Malang dengan Fasilitas Kolam, Vibes ala Pulau Dewata Kerasa Banget!
Lokasi, Tiket Masuk, dan Jam Operasional Wisata Boonpring
Ekowisata Boonpring yang dibuka pada jam operasional 08.00 - 16.00 WIB ini merupakan salah satu daya tarik dari Desa Wisata Sanankerto.
Boonpring terletak di Kp. Anyar, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Ketika hendak berkunjung ke sini, siapkanlah uang untuk biaya tiket masuk Rp.5000 per orang bagi anak-anak berusia 4 - 12 tahun dan Rp10.000 per orang bagi orang dewasa.
Adapun, tarif biaya parkir dikenakan sebesar Rp5.000 untuk kendaraan motor, Rp10.000 untuk kendaraan mobil, dan Rp20.000 untuk biaya parkir bus, truk, dan elf.
Tips Berkunjung ke Wisata Boonpring
Ekowisata Boonpring berjarak cukup jauh dari pusat Kota Malang, sekitar 33 km jauhnya.
Untuk itu, bagi kamu yang hendak berekreasi ke sini, ada baiknya berkunjung menggunakan kendaraan pribadi, karena kendaraan umum akan sulit dijangkau.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan pula ketika hendak berlibur di sini.
Kamu perlu menyiapkan baju ganti yang nyaman jika hendak berenang.
Siapkan juga mental saat menaiki wahana seru di sini bahkan untuk wahana getek sekalipun.
Terakhir, jangan lupa untuk membawa lotion atau penangkal nyamuk karena kamu akan memasuki area hutan bambu yang biasanya dipenuhi nyamuk. (Farralila/Fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana