MALANG KOTA - Walking tour atau menjelajahi berbagai tempat dengan berjalan kaki mulai banyak diminati di Kota Malang.
Banyak wisatawan yang memilih mengikuti kegiatan tersebut.
Rute yang diambil biasanya melewati tempat-tempat bersejarah.
Seperti Alun-Alun Tugu, Balai Kota Malang, hingga Kampoeng Kajoetangan.
Tak hanya berjalan dan melihat-lihat, walking tour umumnya juga ada pemandu yang menjelaskan sejarah berbagai tempat yang dilewati.
Salah satu komunitas yang sering mengadakan kegiatan itu yakni History Fun Walk (HFW).
Salah satu pendiri HFW Yehezkiel Jefferson Halim mengakui, peminat walking tour mengalami peningkatan.
Dulu, sekali perjalanan diikuti belasan orang.
Saat ini sudah mencapai 30 orang.
Dia menyebut, kebanyakan peserta tour merupakan mahasiswa yang berasal dari luar Kota Malang.
Tidak hanya anak muda, beberapa peserta juga merupakan orang tua.
”Ada beberapa orang usia 30 tahun sampai 40 tahun, beberapa juga ada yang usia 50 tahun ke atas,” kata Yehezkiel.
Tak jarang ada wisatawan dari luar Kota Malang seperti Surabaya dan Mojokerto.
Sementara wisatawan mancanegara kebanyakan memilih walking tour private, hanya dua atau tiga orang saja.
”Mereka biasanya tidak suka terlalu banyak orang, juga karena tidak suka privasinya terganggu,” imbuhnya.
Yehezkiel menyebut, saat ini mulai banyak masyarakat atau wisatawan lebih tertarik pada wisata budaya atau sejarah.
Dengan Kota Malang yang memiliki beberapa tempat dan bangunan bersejarah, itu dapat dimanfaatkan untuk tempat wisata salah satunya dengan kegiatan walking tour tersebut.
Tarif yang diterapkan di setiap tour juga beragam.
Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu.
Tergantung fasilitas yang diberikan. Mulai dari makan, goodie bag hingga dokumentasi. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana