SUMBERMANJING WETAN - Banyaknya pilihan pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang membuat pengelola berlomba-lomba.
Meski begitu, belum mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan.
Seperti di Pantai Watu Leter, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Meskipun buka 24 jam, jumlah kunjungan sehari-hari masih belum stabil.
“Kalau akhir pekan memang lumayan ramai. Rata-rata 250 sampai 300 wisatawan,” ujar Ahmad Fauzi, salah satu pekerja di Pantai Watu Leter saat ditemui Sabtu (12/10).
”Kalau hari biasa mungkin cuma 1-2 pengunjung. Paling banyak mungkin ada lima motor dan dua mobil,” tambahnya.
Mayoritas pengunjung datang untuk bersantai sambil menikmati panorama pantai.
Beberapa juga membawa tenda untuk camping di area pantai.
“Kealamian pantai dan layanan camping 24 jam menjadi hal yang kami unggulkan saat ini,” lanjut Fauzi.
Meskipun belum stabil, pihaknya tetap berupaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan.
Salah satunya melalui penataan wisata, utamanya kebersihan dan perbaikan jalan utama.
Promosi melalui media sosial (medsos) juga terus dilakukan.
Hal tersebut untuk menjaga eksistensi Pantai Watu Leter.
Sebab, menurutnya, selama ini, pihak pengelola wisata berusaha sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah.
“Di kawasan selatan sekarang banyak pantai yang baru buka. Mulai ujung Pantai Sendangbiru sampai perbatasan Blitar (Pantai Modangan). Jadi, kami harus pintar-pintar promosi,” lanjutnya.
Apalagi, saat ini, promosi melalui media sosial lebih mudah.
Untuk diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mengungkap ada sekitar 50-an wisata pantai di pesisir selatan.
Di antara jumlah tersebut, ada sekitar 12 pantai di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Seperti Pantai Watu Leter, Pantai Tamban, Pantai Sendiki, Pantai Teluk Asmara, dan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana