Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sayang Banget! Musim Kemarau Buat Keindahan Coban Ampe-Ampe Gedangan Malang Memudar

Mahmudan • Jumat, 1 November 2024 | 21:00 WIB
MENUNGGU HUJAN: Dua wisatawan mengamati dua titik Coban Ampe-Ampe di Desa Sidodadi, Gedangan yang aliran airnya sudah mengecil kemarin (31/10). DARMONO/RADAR MALANG
MENUNGGU HUJAN: Dua wisatawan mengamati dua titik Coban Ampe-Ampe di Desa Sidodadi, Gedangan yang aliran airnya sudah mengecil kemarin (31/10). DARMONO/RADAR MALANG

GEDANGAN - Musim kemarau berpengaruh terhadap pesona wisata alam, terutama yang menyuguhkan panorama air.

Salah satunya Coban Ampe-Ampe.

Pesona objek wisata di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan memudar saat musim kemarau.

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, satu air terjun mampet.

Penyebabnya, debit air menyusut, sehingga tidak lagi mengalir.

Praktis, hanya dua titik coban yang hingga akhir Oktober ini masih berfungsi.

“Kalau ada hujan, air terjunnya ada tiga. Jumlah titik coban bisa bertambah berlipat-lipat jika hujan berlangsung terus menerus,” terang Sunardi, warga sekitar yang terbiasa beraktivitas di area coban.

Pria berusia sekitar 70 tahun itu menjelaskan, hampir setiap hari ada wisatawan yang berkunjung itu.

Namun jumlahnya tidak banyak. Bisa dihitung jari.

Di sisi lain, area licin ketika musim hujan, sehingga membahayakan pengunjung.

“Kalau musim hujan, kami tidak izinkan wisatawan masuk terlalu dalam,” kata dia.

Untuk diketahui, letak Coban Ampe-Ampe cukup tersembunyi.

Dari Jalan Raya Sumber Duren, Desa Sidodadi, pengunjung harus mengendarai sepeda motor sejauh sekitar 1,5 kilometer.

Kemudian mereka harus berjalan kaki melewati perkebunan milik warga hingga sekitar 500 meter untuk tiba di lokasi coban.

Medan yang naik-turun dan licin akan semakin berbahaya jika dilewati ketika musim hujan.

“Karena jalannya yang tidak terlihat, orang-orang biasanya saya antar sampai ke coban,” lanjut Sunardi.

Sebenarnya, dia menyebutkan, ada penunjuk arah yang tersedia.

Akan tetapi penunjuk arah tersebut sudah rusak.

Sebagian tulisannya tidak terlihat, sebagian juga sudah patah. Bahkan, ada juga yang hilang. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#gedangan #Coban Ampe Ampe #malang #air terjun #musim kemarau