KABUPATEN – Meski belum masuk momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), beberapa destinasi wisata mulai dipadati pengunjung.
Seperti yang terjadi di wisata Santerra de Laponte, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (19/12), tampak antrean pengunjung di loket mengular hampir 20 meter.
Mayoritas pengunjung datang secara berombongan.
Arif Kurniawan, Marketing Santerra de Laponte mengatakan, kunjungan saat ini cukup membeludak.
Estimasinya mencapai dua sampai tiga ribu kunjungan per hari saat weekday.
Sementara saat weekend, kunjungannya meningkat hingga empat ribu orang per hari.
”Sebelum bulan Desember, rata-rata sekitar seribu pengunjung saat weekend,” ungkapnya.
Dengan begitu, ada peningkatan jumlah pengunjung sebanyak tiga sampai empat kali lipat.
Arif menyebut, mayoritas pengunjung berasal dari luar kota.
Seperti Surabaya, Sidoarjo, Blitar, Madura, dan beberapa kota lainnya.
Namun, ada pula yang datang dari Malang Raya.
Selain menyajikan spot-spot foto dengan bangunan unik, pengunjung juga dimanjakan dengan 20 wahana bermain.
Seperti bianglala, kora-kora, flying bee, wave swinger, dan playground.
Arif memprediksi angka kunjungan wisatawan saat memasuki momen Nataru bakal lebih meningkat.
Terpisah, Manager Marketing and Public Relation Jawa Timur Park Group Titik S Ariyanto juga menyebut mulai ada peningkatan jumlah wisatawan.
Pihaknya menyebut angka kunjungan saat bulan Desember sudah menyentuh 14 ribu untuk seluruh destinasi di Jatim Park Group.
”Belum lagi akhir tahun ini, kami juga menghadirkan event-event untuk menghibur pengunjung,” bebernya.
Titik mengatakan, peningkatan angka kunjungan itu juga terjadi karena banyak wahana baru yang disajikan.
Seperti 15 wahana baru di JTP 1.
Juga satwa-satwa baru yang di hadirkan di Batu Secret Zoo dan Eco Green Park.
Termasuk pemberian hadiah kepada pengunjung selama momen Nataru berlangsung.
Dengan modal itu, mereka optimistis angka kunjungan bakal membeludak.
”Harapannya untuk sampai akhir tahun bisa menyentuh 20 ribu wisatawan,” tandas Titik. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana