KEPANJEN - Pemkab Malang memprediksi lonjakan wisatawan pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat dibanding hari libur biasa.
Karena itu, pemkab mengimbau supaya pengelola tempat wisata untuk meningkatkan kesiapannya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto menyampaikan, minimal pelaku wisata harus menyediakan personel tambahan.
“Karena prediksi kenaikan jumlah wisatawan, personel tenaga kesehatan maupun P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) juga perlu disiapkan,” ucapnya.
Tenaga kesehatan itu diharapkan mampu memberikan pertolongan awal jika ada korban kecelakaan atau cedera di tempat wisata.
Kemudian, jika korban membutuhkan perawatan medis yang lebih kompleks, bisa langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Utamanya bagi tempat wisata berisiko tinggi saat musim penghujan.
Seperti wisata yang menawarkan keindahan alam berupa air.
Misalnya wisata pantai, kolam renang, maupun air terjun.
Sebab, medan di tempattempat wisata tersebut cenderung licin ketika musim penghujan.
Selain itu, potensi adanya bencana hidrometeorologi juga perlu diwaspadai.
Seperti ombak besar dan tanah longsor.
“Kami sarankan bagi tempat wisata yang berisiko sudah menyiapkan tim rescue. Walaupun mereka sudah memiliki mitigasi sendiri, halhal seperti itu (tim rescue) kadang masih terabaikan,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Purwoto juga menyebut, hal utama untuk mempersiapkan Nataru yakni tempat wisata minimal dapat menambah fasilitas dasar.
Seperti fasilitas toilet.
Sebab, dia memperkirakan, saat nataru nanti, tempat wisata yang biasanya hanya dikunjungi sekitar 100 sampai 200 orang, bisa meningkat drastis menjadi 1.0002.000 orang.
Fasilitas kuliner juga perlu disiapkan.
Utamanya bagi tempat wisata yang jauh dari keramaian.
Bahkan, jika memungkinkan, di sekitar tempat wisata tersebut juga perlu disediakan homestay untuk menginap para wisatawan. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian